Cari Blog Ini

Selamat datang di Inspirasiku

Realisasi Mimpi = Doa +Optimis + Positif Thingking+ Usaha + Mental Baja :)

Jumat, 06 Mei 2011

Kepercayaan diri menakjubkan




“Pernahkah kita merasakan ketakutan untuk melangkah?” setiap kali ingin melangkah satu kaki mengatakan ini tidak bisa. Dua kaki belum berpijak ditempat yang tepat sehingga setiap kali satu kaki ini hendak menaruh ke tempat yang pasti kaki yang satu menariknya kembali dan mengatakan “ini tidak bisa dilakukan” begitulah seterusnya hingga disuatu kita baru menyadari bahwa kita sebenarnya tidak melakukan apa-apa.
Perjalanan yang sangat sia-sia yang selalu diselimuti dengan rasa ketakutan dan kekhawatiran. Setiap kali ingin melangkah penuh perhitungan dan pertimbangan sehingga mengurungkan niat untuk maju kedepan. Sebenarnya apa seh masalah kita sebenarnya dengan hal ini? saya telah menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut yaitu kepercayaan diri.
Selama kita tidak pernah menemukan kepercayaan terhadap diri sendiri, tubuh ini hanya dilingkari dengan rasa kekhawatiran dan ketakutan yang tak bisa terkendali. Didalam pikiran memiliki banyak kemauan untuk mencobanya tetapi tanpa kepercayaan diri yang tumbuh dalam pikiran kita janganlah terlalu berharap untuk memiliki kemajuan terhadap kehidupan. Satu pertanyaan kembali kepada saya ketika saya memberikan masukan untuk seorang teman “lalu bagaimana jika ketrampilan yang saya miliki sebelumnya belum memadai untuk keinginan tersebut?” saya bertanya kembali kepadanya “Bagaimana bisa kamu berani untuk memiliki keinginan tersebut?” keberanian kamu untuk memiliki kemauan tersebut adalah sebuah contoh kepercayaan diri yang kita miliki hanya saja kepercayaan diri untuk bertindak belum sebanding dengan keberanian untuk menginginkan sesuatu.
Sebenarnya hal ini sama saja jika kita memiliki keberanian untuk memikirkannya kita pun harus memiliki keberanian untuk bertindak. Jika sudah berani untuk memikirkanya kita memiliki pikiran yang spektakuler untuk melakukan hal yang terbaik. Mengapa pikiran tersebut tidak dapat direalisasikan dalam sebuah tindakan? Jawaban yang sangat sederhana adalah kita sebenarnya sedang memelihara rasa ketakutan dan kekhawatiran yang sekarang ini rasa tersebut telah menyatu dengan diri ini sehingga dapat membahayakan perjalanan ini. Lalu apa yang sebenarnya kita takutkan adalah ketidakmampuan untuk menghadapi segala resiko yang sudah terbentang didepan mata ini.
Kita tahu resiko, karena kita memikirkan cobalah untuk tetap berjalan dan menutup mata menganggap tidak pernah tahu tentang segala resiko yang sudah menunggu didepan mata. Kepercayaan diri terhadap tingkat resiko perlu dimasukkan ke dalam pikiran ini. Perlahan-lahan tarik napas dalam-dalam dan buanglah perlahan-lahan kemudian bayangkan kita berjalan terus dengan sangat mulus dengan tertawa bahagia. Tersenyumlah jika itu yang diperlukan didalam perjalanan tersebut. Tertawalah jika hal ini bisa memberikan kepastian bahwa saya sanggup melakukan perjalanan ini. Lakukan hal ini berulang-ulang sehingga kita tidak perlu kembali memikirkan rasa ketakutan dan kekhawatiran itu.
Sekarang tingkatkan kepercayaan diri bahwa saya mampu melangkahkan kaki ini dengan sangat ringan dan ringan sekali. Sekarang langkah kaki ini tidak berat, saya mampu bebas melangkah dan melangkah menuju jalan-jalan yang sudah saya pilih.
Begitulah seterusnya ketika keberanian kita telah memiliki keberanian untuk memikirkanya maka kali ini kita telah memiliki keberanian tak hanya memikirkanya saja keberanian yang sangat menakjubkan yang membuat langkah kaki ini semakin ringan bahkan sangat ringan. Kemudian biarkan kepercayaan diri yang telah dimiliki menguasai tubuh ini sehingga ketika kita memiliki keinginan untuk melangkah hal ini menjadi sangat mudah dilakukan karena kita tidak pernah memiliki perasaan kekhawatiran dan ketakutan karena perasaan tersebut telah musnah dihapuskan oleh rasa kepercayaan diri yang luar biasa itu. Lakukan sekarang juga!



Kamis, 05 Mei 2011

Lukisan Kehidupan Sebenarnya





Hidup ini hanya sementara semuanya akan berpulang kepadaNYa. Pada saat pulang kepadaNya, sebuah lukisan yang akan kita terima. Bisa kita mengartikannya apakah ini lukisan yang telah dibuat selama ini, lukisan hitam yang menandakan coretan-coretan terhadap hidup yang terlalu buruk. Ataukah justru sebaliknya lukisan yang indah dan mampu termaknai dengan hati. Lalu mana yang memang diinginkan? Ketika tangan ini sudah menunjuk kepada lukisan yang indah maka buatlah sebuah komitmen untuk membuat lukisan hidup ini memang menjadi indah.
Hidup ini sungguh sangat berharga kalo saja mampu untuk memaknai setiap detik kehidupan dengan sangat indah. Buatlah sebuah goresan-goresan kehidupan yang cantik yang suatu saat bisa dinikmati dan memiliki keindahan yang obyektif bukan subyektif.
Buatlah sebuah lukisan kehidupan yang semua orang akan menganggap indah diakhir hidup ini.Tetapi justru hidup ini terjebak dengan coretan keindahan yang hanya mampu dinikmati sendiri. Sehingga diakhir hidup ini terdapat penyesalan-penyesalan yang dituangkan dalam bentuk coretan yang tak bermakna. Penyesalan tersebut yang membuang waktu untuk melukiskan hal-hal yang indah. Waktu sangat lah berharga, setiap detik ini begitu berharganya.
Terlalu berharga setiap detik hingga sangat tidak pantas untuk dibandingkan dengan harta semahal apapun. Setiap detik mampu membuat coretan lukisan ini menjadi indah atau justru sebaliknya? setiap detik mampu pula membuat hidup ini menyesal diakhir waktu penghabisan. Satu hari hanya memilki 24 jam, satu minggu memiliki 7 hari. Hitunglah berapa detik-detik waktu yang telah kita sia-siakan hanya membuat diri ini tak berguna.
Berapa lama kita sudah menyia-nyiakan nafas yang telah diberikan olehNya? Selama ini mampukah kita menghitungnya? Atau justru sebaliknya terlalu terlena sehingga lupa untuk menghitung waktu yang telah kita habiskan dengan hal-hal yang tak berguna? Kita hanya menghabiskan detik-detik bermakna ini dengan coretan-coretan hitam.
Pernahkah kita menghitung berapa banyak coretan hitam untuk lukisan tersebut hanya dalam waktu 1 jam? Lalu pernahkah terbayangkan berapa banyak coretan hitam yang kita hasilkan dalam sisa umur ini? Yah, ungkapan hidup ini sangat berharga memang sangat benar.
Kalo saja kita mampu membuat setiap detik tersebut menjadi satu coretan indah sehingga lukisan ini menjadi indah yang bisa dinikmati tak hanya kita saja hidup ini menjadi sangat bermakna. Lukisan tersebut menggambarkan apa yang kita alami untuk sebuah kehidupan. Jadi jangan biarkanlah canvas ini ternodai dengan coretan-coretan hitam selama hidup didunia ini.
Buatlah coretan-coretan yang indah layaknya pelangi dalam setiap detik hidup ini. Untuk itu dari sekarang mulailah untuk memaknai hidup ini dengan hal-hal yang berguna untuk orang lain sehingga hidup ini menjadi sangat indah.
Hargailah setiap detik waktu yang memang sangat bermakna untuk dibuat memulai membuat sebuah lukisan yang sangat indah. Ingatlah bahwa lukisan tersebut nanti akan dinikmati dan dipandang orang lain. Buatlah bingkai yang cantik terhadap lukisan tersebut, karena lukisan tersebut memang tepat dibingkai dan ditaruh ditempat yang tepat.
Betapa berharganya hidup ini sehingga setiap orang mampu menilai terhadap apa-apa yang kita lakukan. Jangan biarkan coretan hitam menodai canvas ini, hindarilah hal-hal yang bisa membuat lukisan ini menjadi tidak indah lagi. Dan waktulah yang akan membuktikan bagaimana lukisan kehidupan kita yang kelak kita berikan KepadaNya?

Selasa, 03 Mei 2011

Candu Mimpi




Jangan hindari sebuah proses yang menuntut perubahan diri menjadi lebih baik. Jangan mengeluhkan pada proses yang menguji sebuah rasa kesabaran kita. Dalam dua kalimat diatas menandakan bahwa semua orang ingin sekali mendapatkan sesuatu yang diinginkannya dengan mudah dengan meninggalkan kata sebuah proses. Kebanyakan dari mereka ingin mendapatkan sesuatu yang instant tanpa melewati ranjau-ranjau yang ada didepanya.
Pandangan mata kita terlalu dini untuk menyampaikan ke dalam alam pikiran ini sehingga memberikan sinyal-sinyal untuk berhenti atau mengeluh karena keadaan. Tak jarang orang mengeluh karena terlalu lama mengulur waktu untuk mendapatkan keyakinan-keyakinan mimpinya.
Banyak dari mereka yang akhir menyerah ditengah jalan dan tak memperjuangkan mimpinya kembali. Padahal sebenarnya pikiran ini mempengaruhi cara kerja tubuh kita. Hindari sebisa mungkin keluhan yang hanya membuat kita semakin jatuh dan tak bisa bangkit.
Berusaha untuk menikmati setitik demi setitik proses yang akan ada didepan mata, merupakan jalan pilihan yang terbaik dibandingkan ketika ketika mengeluh. Jangan biarkan pula pikiran negative malah akan menguasai kita dengan sedikit keluhan-keluhan itu. Anggaplah keluhan tersebut virus yang membahayakan seluruh fungsi kerja dalam tubuh ini.
Virus yang akan terus menggerogoti tubuh ini, hingga sekarang kita akan mulai merasa melemah atas apa yang kita perjuangkan selama ini. Sekarang ini pejamkan mata ini dan tanamkanlah untuk pikiran kita, bahwa sesunggunya mereka adalah virus yang berbahaya yang bisa membahayakan segala hal yang berkaitan dengan masa depan ini.
Diamlah sejenak susunlah sebuah rencana untuk memblokade pikiran ini agar segala hal keluhan ini jangan menyatu ke dalam tubuh ini. Rencana tersebut bisa saja kesabaran yang harus kita tanamkan sedini mungkin sebagai amunisi suatu saat kegagalan ada didepan mata ini. Atau bisa pula tuliskan segala yang kita inginkan disegala penjuru yang bisa kita lihat.
Tuliskan pula tulisan seperti ini “Hay mimpi, aku tak pantas menyerah”. Tuliskan disegala tempat yang sering kita lihat agar pikiran tersebut menyatu dalam pikiran tersebut. Hal sekecil ini akan berpengaruh terhadap alam pikiran ini sehingga tidak pernah ada lagi keluhan-keluhan kecil yang akan terlontar didalam pikiran kita. Untuk itu mulai sekarang kita harus mulai menyadari jika sinyal dalam tubuh ini sudah mulai melemah alihkan kepada pandangan mata ini dan lihatlah tulisan pembangkit motivasi kembali agar kita bisa menghargai betapa berharganya arti sebuah proses tersebut. Jika kita justru menghindari proses tersebut justru kita tidak pernah tahu bagaimana rasanya perjuangan tersebut.
Kalo saja mimpi-mimpi tersebut sudah di tangan ini, rasanya begitu manisnya terasa sehingga sulit bagi kita untuk melupakan rasa manis yang sangat luar biasa ini. Rasa manis yang akhirnya bisa menjadi candu, untuk mencoba kembali mempunyai mimpi yang baru. Dan jika saat itu terjadi, saat itu pula kita sudah mulai merasa siap dan tak pernah terbesit untuk melewati segala proses yang sudah dipilihnya. Hingga disuatu saat itu kita sendiri yang akan merindukanya dengan proses menuju mimpi tersebut. Maka sekarang juga perjuangkan mimpi kita sekarang juga!

Tanamkanlah hati ini dengan subur





Sore itu, ketika saya waktunya untuk meninggalkan kantor tak biasanya saya naik bis yang bukan saya tumpangi. Bis yang sungguh terkenal di Ibukota Jakarta ini. Hari itu seperti biasa menikmati kepenatan kota Jakarta ini dengan berdiri di depan pintu bis tersebut karena terlalu penuhnya saya tidak bisa merasakan kenyamanan tersebut. Tetapi saya berusaha untuk bersyukur bis tersebut mampu mengangkut saya walupun harus melewati waktu untuk berdesak-desakan.
Saya harus bisa menahan badan ini agar tidak terjatuh karena lajunya bis tersebut, disamping itu saya harus melewati kesempatan bagaimana menyeimbangkan badan dan menopang badan seorang ibu-ibu yang tak terbiasa dengan keadaan ini. Kami mulai terdorong ke sana kemari hingga pada suatu saat saya bisa berada di tempat saya berdiri dengan aman. Tapi ibu tersebut masih berusaha untuk menopang tubuhnya sendiri sesakali dia mengatakan pada saya bahwa dia merasakan kelelahn. Saya berusaha menenangkannya, hingga saya mengambil tindakan untuk meminta tolong kepada salah satu laki-laki yang masih muda yang dari tadi hanya memperhatikan kami saja tanpa melakukan apapun juga untuk dapat memberikan tempat duduknya kepada ibu tersebut. 
Dari salah satu pelajaran ini saya baru mengetahui bahwa terkadang seseorang belum tentu mementingkan orang lain walaupun melihat keadaaan didepan matanya sendiri sehingga membutuhkan orang lain untuk mengingatkan. Hati tidak bisa terbuka semudah yang dibayangkan orang lain, terkadang merasa “saya masih membutuhkannya” tetapi tidak melihat orang lain yang lebih membutuhkanya. Begitu juga ketika kita dapat memaknai dengan kehidupan sehari-hari hati yang seperti itu tak bisa lepas dari rasa ingin memiliki seutuhnya tanpa melihat orang lain yang benar-benar membutuhkannya.
Tak jarang saya menemui banyak orang seperti itu lihat saja ketika saya menemui pengemis yang menahan lapar disalah satu restoran. Dia tidak masuk  karena disana terdapat tulisan “pengemis dilarang masuk” dia hanya berdiri dan menengadahkan tanganya memandang mereka-mereka yang asyik menikmati santap makan siangnya tanpa menghiraukan bahwa pengemis tersebut membutuhkan makan. Pengemis itu tidak berani untuk berbicara dia hanya menatap dengan rasa ingin ikut serta dalam kenikmatan tersebut. Begitu juga ibu tersebut, dia tidak meminta pemuda itu berdiri tetapi dia berusaha untuk menopang tubuhnya.
Terkadang kemurahan hati ini diuji dengan keadaan seperti tanpa orang lain harus mengatakan bahwa “saya memang butuh” kita yang harus menyadarinya bahwa sesungguhnya kita sanggup menyadari dan berempati dengan hal seperti ini. Suatu saat nanti kemurahan hati ini akan terbalaskan dengan keadaan yang lebih luar biasa lagi. Tapi jangan hati ini justru mengharapkan bahwa kemurahan hati ini akan terbalaskan suatu saat nanti, biarkanlah kemurahan ini tumbuh subur dihati kita. Hingga banyak buah yang akan kita petik suatu saat nanti, buah itu akan terasa sangat manis jika perawatannya baik jika hati ini dirawat dengan baik pula maka kehidupan ini akan terasa sangat indah.
Tanamlah buah dihati kita, hingga suatu saat buah itu akan sangat manis dinikmati. Rawatlah tanaman itu dengan sepenuh hati dengan kesayangan dan kemurahan hati yang kita miliki. Janganlah berharap buah itu akan manis nantinya tapi biarkanlah dia tumbuh bebas dan subur, jika kita tak pernah menantikan buah yang manis. Suatu saat waktu yang akan membuktikan bahwa memang sebenarnya buah yang kita dapatkan memilki rasa manis yang luar biasa.

Karena bermimpi itu indah






Kita percaya bahwa suatu saat mimpi ini akan berakhir dengan sangat indah modal untuk mewujudkan mimpi itu kepercayaan terhadap mimpi tersebut. Jika kita sendiri tidak pernah menyakini bahwa mimpi tersebut adalah hal yang mustahil bagaimana mungkin terdapat kekuatan yang dapat mempengaruhi kita untuk mengendalikan seluruh sel untuk dalam tubuh kita untuk menggerakkan mimpi.
Bermimpilah setinggi yang kita yakini bahwa kita mampu mewujudkanya. Dengan harapan seluruh kepercayaan yang akan menggerakkan seluruh partikel terkecil dalam tubuh ini. Dengan begitu kita bisa menyatu terhadap semua mimpi yang diinginkan. Jadikanlah kepercayaan sebagai modal yang nyata untuk mewujudkan apa yang diinginkan. Keyakinan mewujudkan apa yang kita inginkan.
Buatlah keyakinan menyatu kepada diri ini dan jangan biarkan keragu-raguan tiba-tiba muncul dalam sebuah rencana mewujudkan apa yang kita yakini. Jika suatu saat dalam pertengahan perjalanan keragu-raguan tersebut muncul, cepat-cepatlah untuk memunculkan kembali bayangan keberhasilan meraih mimpi tersebut. Buatlah mimpi tersebut menjadi nyata. Bayangkanlah sekarang mimpi itu berada ditangan kita, biarkanlah seluruh tubuh kita dapat merasakan molekul-molekul mimpi tersebut.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempercepat langkah menuju mimpi-mimpi tersebut. Salah satu cara yang terbilang efektif saat ini tulislah mimpi-mimpi itu ditempat dimana kita bisa selalu melihatnya. Setiap kali merasa kelelahan karena mengejar mimpi tersebut lihatlah kembali tulisan-tulisan yang kita tulis dengan sangat indahnya. Ini adalah sebuah bentuk komitmen terhadap diri sendiri. Jangan patahkan komitmen tersebut. Lihatlah dalam-dalam perjuangan yang telah kita lakukan terhadap mimpi-mimpi tersebut. Jangan biarkanlah mimpi tersebut menjadi sia-sia.
Terkadang kita mengeluh mengapa begitu lamanya pasir waktu untuk menyelusuri sang waktu. Jika hal ini terjadi, siapkan benteng pertahanan dengan beberapa keyakinan bahwa suatu saat kita mampu membuat mimpi ini menjadi indah tak perduli dengan sang waktu yang kini sudah berputar terlalu cepat.
Fokuskan pikiran ini terhadap segala mimpi-mimpi tersebut, biarkanlah seluruh tubuh ini bergerak secara sadar dengan bahan bakar motivasi yang cukup tinggi untuk meraih setiap kepingan mimpi tersebut. Rasakanlah dan hiruplah aroma mimpi tersebut yang perlahan-lahan telah berada di dalam darah ini. Biarkanlah mimpi tersebut mengaliri setiap inchi anggota badan ini hingga sekarang ini kita sudah berada di perbatasan antara kenyataan dan dunia mimpi tersebut.
Jika seluruh tubuh ini dapat menyatu didalam dunia mimpi buatlah dunia mimpi tersebut seolah-olah menjadi kenyataan, hingga lama-kelamaan tanpa kita sadari ternyata mimpi tersebut telah berada di genggaman tangan ini. Jangan biarkan motivasi ini turun begitu saja, setiap mulai kelelahan isilah dengan keindahan mimpi tersebut.  Sehingga bahan bakar ini mampu untuk mengejar segala yang kita inginkan.
Begitulah seterusnya sampai pada akhirnya kini mimpi tersebut sudah datang dengan mudahnya. Karena sebenarnya kita yang mengendalikan mimpi. Satu hal yang harus digarisbawahi adalah janganlah kita berani bermimpi jika tak pernah ada kepercayaan terhadap mimpi tersebut.

Masa depan terjadi bukan karena masa lalu





Ada satu pepatah yang menyatakan bahwa masa depan kita adalah cerminan dari perilaku kita masa lalu. Saya adalah salah satu orang yang tidak pernah menyutujui pepatah tersebut. Mengapa saya tidak setuju? Karena dari kalimat pernyataan diatas tidak terjadi perubahan antara masa lalu dan masa depan.
Jika masa depan merupakan cermin dari perilaku masa lalu untuk apa kita melakukan perubahan terhadap perilaku yang tidak baik toh hasilnya sama saja dengan masa depan? Jadi pepatah tersebut secara tersenyembunyi mengatakan kita tidak perlu melakukan perubahan hasil yang diharapkan akan kelihatan sama bukan? Perilaku kita kesehari-hari merupakan nilai yang harus diperjuangkan untuk sebuah keutuhan di masa depan.
Jadi masa sekarang seseorang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan maka kita pun tak bisa mengatakan bahwa ini adalah karena perilaku yang terjadi di masa lalu. Diantara masa lalu dan masa depan terdapat sebuah kata yang hilang yaitu “perubahan”. Misalnya jika kita melihat seorang narapidana yang sukses mengembangkan bisnis usahanya. Sehingga orang-orang sebelumnya tidak pernah menyangka bahwa dahulu dia adalah seorang narapidana. Dengan perubahan perilaku tersebut narapidana tersebut mampu menjadi orang yang sukses berarti kesalahan yang terjadi dalam pepatah tersebut adalah ketika masa depan narapidana tersebut menjadi baik bukan karena masa lalu nya yang kelam satu-satunya alasan adalah karena dia mampu untuk melakukan perubahan terhadap perilakunya.
Begitupula sebaliknya ketika seseorang tiba-tiba masuk penjara sebelumnya dia berprofesi sebagai pengusaha karena utangnya yang menumpuk dia harus mempertaruhkan hidupnya di penjara. Masa lalu seorang pengusaha itu begitu baik dia yang memilih untuk melakukan perubahan terhadap masa depanya yang kemudian akhirnya dia masuk penjara.
Dalam hal ini perubahan adalah sebuah pilihan, ingin tetap dengan masa lalu sehingga masa lalu kita adalah masa depan kita atau bergerak cepat untuk melakukan sebuah perubahan. Terkadang kita sudah merasa nyaman dengan kehidupan yang kita miliki sehingga jika dituntut untuk melakukan perubahan sering kali terdengar kalimat “Untuk apa, kami sudah nyaman dengan hidup seperti ini” pepatah ini sebenarnya cocok untuk kebanyakan orang yang memiliki perilaku menolak terhadap perubahan.
Jika kita sudah merasa nyaman dengan segala yang kita miliki maka masa depan kita perlahan-lahan mulai dapat terbaca dengan jelas, walaupun saya sebenarnya bukanlah peramal. Ini bisa diibaratkan sebuah garis pada grafik yang berjalan tidak naik atau turun. Satu hal dalam hal ini kadang kala kita merasa takut untuk melakukan perubahan, ketakutan hanya dalam satu hal “Bagaimana kalo jika suatu saat saya turun” pertanyaan itu sering muncul dibenak “toh, dengan keadaan seperti kita nyaman kok” inilah salah satu tantangan seseorang untuk melakukan perubahan yaitu keberanian dalam menatap masa depan lebih baik dari sekarang. Jangan biarkanlah seluruh pikiran kita terkendali hanya dengan ketakutan dalam menghadapi masa depan.
Jadilah orang yang berani dalam menatap masa depan. Karena masa depan adalah tantangan yang harus dihadapi dan bukan harus dihindari. Jalani perubahan itu sekarang juga jika ingin memandang masa depan sebagai bintang yang tetap bersinar terang.





Senin, 02 Mei 2011

Karena perilaku anak adalah perilaku kita






Ketika saya sedang berjalan-jalan menyusuri sebuah taman kota di ibukota ini, tiba-tiba saya melihat seorang anak yang membuang sampah pada tempatnya. Hati saya begitu senang sekali ini menandakan kebiasaan sudah ditanamkan sejak dini kepada anak itu. Bahkan anak itu asyik memunguti sampah tersebut, pemandangan yang sangat baik untuk dijadikan sebuah pembelajaran anak-anak kita nantinya.
Hal ini bertolak belakang dengan keadaan keseharian, sering sekali kita melihat banyak orang tua yang justru membiarkan anak-anaknya membuang sampah tidak pada tempatnya. Apalagi begitu mirisnya ketika melihat orang tuanya sendiri yang melakukan tersebut sehingga tanpa disadari anak-anak tersebut meniru perilaku orang tua.
Ada pepatah mengatakan bahwa perilaku anak-anak berawal dari lingkungan dari rumah, jika anak-anak melihat meniru perilaku yang tidak baik bearti tanpa disadari kita sendirilah yang memberi contoh yang tidak baik kepada anak tersebut.
Akhir-akhir ini banyak sekali terdengar kisah-kisah anak-anak yang masih dibawah umur dengan perilaku yang aneh-aneh.  Contohnya saja Anak umur 2 tahun sudah tahu dengan kegiatan merokok, tak hanya itu saja mereka sudah tahu kata-kata kotor. Meskipun kita mengajarkan hal yang baik kepada anak kita, tetapi jika suatu saat kita melakukan kesalahan kemudian anak kita meniru kesalahan tersebut bukan hal yang tidak mungkin jika anak tersebut mampu memodel kegiatan yang dilakukan orang tuanya pada saat itu.
Anak-anak itu bagaikan selembar kertas putih jika kita menorehkan tinta hitam pekat anak-anak itu akan mengikutinya. Anak-anak dapat menyerap perilaku apapun yang kita lakukan kapan pun dia mau. Dan perilaku tersebut sewaktu-waktu bisa di munculkan kembali, pada saat itu kita baru menyadari bahwa kita telah membuat anak kita meniru segala perilaku kita.
Untuk itu segala konsekuensi dari perilaku yang kita lakukan memiliki nilai positif dan negative untuk penerimaan mereka. Jika kita ingin mengajarkan anak-anak kita perilaku yang baik, kita harus menjadi model yang baik dahulu baru memulai untuk mengajarkan mereka hal-hal yang baru sebagai contoh jka ingin mengajarkan seorang anak agar membuang sampah pada tempatnya kita harus merubah kebiasaan dan perilaku yang kita miliki menjadi layak untuk dijadikan model anak-anak. Setelah itu baru kita siap untuk mengajarkan anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya.
Biarkanlah anak-anak meniru segala perilaku yang baik dalam diri kita dan hindari sebisa mungkin kebiasaan buruk yang mempengaruhi perilaku ini. Buatlah diri ini menjadi contoh dan model belajar yang sangat baik untuk mereka. Jangan mempengaruhi mereka dengan hal-hal yang negative. Mereka juga merupakan sumber inspirasi kita untuk mengubah seluruh perilaku ini. Jika kita ingin mengajarkan anak-anak, pastikan apa yang diajarkan sesuai dengan nilai-nilai kebaikan yang memang kita miliki.
Jangan paksakan anak untuk menerima pelajaran yang belum pernah orang tuanya lakukan meskipun itu demi kebaikannya sekalipun. Jika kita mengajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya, pastikan kita dapat melakukan hal itu dalam situasi dan keadaan apapun juga. Dan biarkanlah mereka dengan sendirinya mencontoh atau memodel perilaku yang demikian. Jangan biarkan anak-anak kita mencontoh dari contoh yang tidak baik. Karena perilaku anak adalah perilaku kita.