Cari Blog Ini

Selamat datang di Inspirasiku

Realisasi Mimpi = Doa +Optimis + Positif Thingking+ Usaha + Mental Baja :)

Kamis, 14 April 2011

Menuai hasil

 
Menuai hasil dari bercocok tanam adalah hal yang sangat menyenangkan ketimbang harus memilih untuk melakukan kegiatan proses bercocok tanam. Memetik buah mangga di depan rumah merupakah hal yang sangat mengasyikkan ketimbang harus memilih menunggunya hingga berbuah. Mengambil hasil dari telur-telur ayam merupakan hal yang sangat dinikmatin ketimbang harus merawat sang ayam untuk bertelur.
Setiap orang pastinya memiliki hasrat untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam beberapa usahanya. Tidaklah mudah untuk melakukan sebuah kegiatan bercocok tanam sehingga menuai hasil yang maksimal. Belum lagi ketika dihadapkan masalah-masalah yang sangat menguras pikiran kita sebagai pemilik tanah misalnya hama yang merusak tanaman, atau keringnya pengairan untuk menyirami tanaman-tanaman tersebut. Tetapi jika kita mampu menghadapi hal-hal ini rasanya menjadi menyenangkan ketika mengetahui di depan mata akan memperoleh hasil yang maksimal.
Bayangkan kita sedang menikmati hasil yang dari berbagai tanaman yang kita tanam. Rasanya sungguh sangat melegakan, bahwa ternyata kita mampu bersusah payah untuk menanamnya.
Berbagai orang berpikir untuk mendapatkan hasil yang maksimal tetapi mengabaikan setiap detik bagian dan cara untuk mendapatkan hasi tersebut. Bahkan sebagian orang tak sabar untuk menikmati hasil dari usahanya. Sehingga terkadang justru hasil yang didapat menjadi kurang maksimal. Layaknya kita memetik mangga yang masih hijau, andaikan saja kita menunggu beberapa hari saja buah mangga tersebut pastilah buah mangga tersebut menjadi sangat manis untuk dinikmatin.
Hal seperti ini seringkali terjadi ketika memulai sebuah usaha, untuk menjadi sebuah usaha yang besar tentunya harus melewati tahap dari usaha yang kecil dahulu. Usaha yang baru saja dimulai dengan modal yang seadanya memang terasa sangat sulit sekali untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bahkan tak jarang berbagai usaha sering sekali merugi.
Begitu juga dengan bercocok tanam, tak selamanya bercocok tanam dapat berhasil bisa jadi suatu saat hama menyerang tanaman kita. Dengan pengalaman tersebut kita akhirnya memiliki sebuah pengalaman dalam membasmi setiap hama yang menggerogoti tanaman-tanaman itu. Usahapun tak selamanya bisa mempunyai jalan yang baik dan mendapatkan hasil maksimal pastinya suatu saat akan mengalami rintangan-rintangan. Tetapi rintangan-rintangan tersebut sesungguhnya mengajarkan kepada kita untuk mempelajari segala hal untuk mendapatkan stretegi baru dan perencanaan yang lebih baik lagi.
Strategi yang jitu didapatkan dari proses-proses pengalaman jatuh bangunnya mendirikan sebuah usaha. Jika kita mampu mempelajari segala pengalaman tersebut dan menciptakan strategi yang baik maka saat itu kita mampu meraih buah-buah usaha yang akan kita nikmatin.
Jadi janganlah berharap menuai hasil yang maksimal jika tak pernah tahu bagaimana starategi untuk bangkit kembali dari kejatuhan usaha. Pelajari hal tersebut dengan cermat dan bijaksana, dan yakinilah bahwa suatu saat nanti kita mampu menuai hasil usaha yang maksimal layaknya bercocok tanam.

Rabu, 13 April 2011

Lepaskanlah Batu-batu itu !






“Sungguh saya belum bisa memaafkan beberapa kejadian-kejadian yang membuat saya semakin terpuruk. Saya belum bisa memaafkan beberapa orang yang mempunyai andil merusak kehidupan saya saat ini! rasa dendam saya memuncak hingga untuk mengingat nama-nama itu saya menjadi sakit yang luar biasa. Itulah yang saya rasakan ketika saya masih menyimpan dendam untuk kejadian-kejadian yang mampu merusak kehidupan saya.”
Jika kita masih memikirkan luka-luka lama maka kehidupan tidak akan pernah berjalan dengan semestinya. Kehidupan bagaikan batu, yang setiap kali kita berjalan selangkah demi selangkah batu itu akan semakin berat. Waktu demi waktu telah berjalan tetapi kita masih saja berjalan di tempat sehingga takut untuk melangkah kembali.
Teringat sebuah cerita klasik antara sang guru dan murid. Dimana sang guru telah sampai kepada pertapaan tertinggi dengan mampu memiliki hati yang suci dan bersih rupanya si murid merasa ingin menjadi seperti sang guru.
Oleh sebab itu pada suatu hari si murid menanyakan kepada sang guru bagaimana caranya agar dia menjadi dirinya? Sang guru hanya tersenyum memandang si murid dan mengatakan “bawakan saya batu setiap kali kau merasa sakit hati, kumpulkan batu-batu tersebut setiap hari. Seminggu kemudian, kembalilah untuk menemui saya. Dan ingatlah bawa lah batu-batu tersebut setiap kali kau ingin melangkahkan kaki” si murid pun merasa bingung dengan pernyataan dari sang guru. Tetapi dengan tekadnya yang bulat dia ingin menjadi seorang guru yang memiliki hati yang suci dan bersih untuk itu dia melakukan segala nasehat yang diutarakan sang guru. Hari pertama ketika dia merasa sakit hati, dia mengambil sebuah batu dan ditaruhnya di tempat telah disediakanya.
Dalam perjalanan dia membawa batu tersebut, ketika menemui orang yang menyakiti hatinya kembali dia mengambilnya lagi begitu seterusnya hingga ketika dia melangkah batu tersebut semakin lama semakin menumpuk. Seminggu kemudian si murid menghadap sang guru dan mengatakan “Batu yang saya kumpulkan sudah sangat banyak, hingga langkah kaki saya merasa lelah untuk berjalan. Saya sudah tidak kuat lagi guru.”
Sang guru lalu menasehati sang murid “begitulah ketika kau membawa luka mu, jika tidak berusaha kau lepaskan satu persatu. Luka tersebut akan terus menumpuk dan kau akan menjadi kesulitan berjalan” dari cerita diatas dapat diambil kesimpulan bahwa lebih baik melepaskan batu-batu tersebut dan meninggalkan di tempat yang tersedia tanpa perlu membawa batu-batu tersebut dalam perjalanan. Batu-batu yang menumpuk semakin lama akan menjadi dendam yang sulit sekali di hilangkan. Bahkan batu tersebut kini sudah menyatu didalam tubuh kita hingga sulit sekali diangkat kembali.
Tetapi ketika kita telah memutuskan untuk meninggalkan batu tersebut, perasaan yang dialami akan semakin ringan. Sehingga kita tidak perlu membawa batu-batu di dalam setiap perjalanan kita. 
Jika kita telah terlanjur membawa batu tersebut semakin menumpuk. Cobalah untuk membuat tumpukan batu-batu tersebut menjadi kosong dan tak tersisa dengan melegakan peristiwa yang terjadi di masa lalu adalah sarana pembelajaran yang sangat baik untuk tidak pernah terperosok kembali di lubang yang sama.  Lepaskanlah batu-batu tersebut dan berlarilah menyongsong matahari didepannya begitulah prinsip dalam memandang sebuah kehidupan.

Selasa, 12 April 2011

Hiduplah seperti balon





Ringan….. sangat ringan ketika balon tertiup angin dia bebas terbang tinggi ke cakrawala yang indah. Dia menikmati setiap hembusan angin yang membawanya pergi menuju batas yang diinginkan. Perlahan-lahan tetapi pasti bagai sebuah kapas yang mempunyai ritme tersendiri dalam menentukan langkah. Balon menikmati langkahnya tak peduli seberapa jauh angin akan membawanya, dia terus terbang menuju ambang yang di tentukanya.
Dia tidak perduli seberapa badai yang akan membawanya tetapi tetap saja balon itu berusaha untuk bertahan hingga waktu menentukanya untuk mengakhir ketahanan dari si balon itu. Walaupun dia tersangkut dahan hingga ranting di pohon dia tetap berusaha untuk melepaskanya dengan bantuan dari sang angin.
Seberapa kencangnya sang angin mempengaruhi langkah perjalanannya dia tidak berhenti disitu bahkan dia mengikuti sang angin tersebut. Begitulah ketika memandang sebuah kehidupan, janganlah berpikir bahwa kita akan berhenti karena tantangan yang sulit dihadapi.
Hiduplah seperti balon yang tetap membumbung tinggi ke cakrawala walau rintangan ada di depan mata. Hadapi tantangan dengan segala kemampuan dan ringankan tubuh kita layaknya balon yang akan terbang tinggi. Lewatilah rintangan demi rintangan yang ada di depan kita, tetap optimis bahwa kita mampu terbang lebih tinggi mengikuti kemana sang waktu akan membawa kita.
Satu hal yang harus diingat bahwa kita mampu menembus batas impian jikakalau mampu terbang tinggi menembus batas cakrawala yang diinginkan.  Setiap orang memiliki standar impiannya masing-masing, dan setiap orang memiliki target yang berbeda-beda ketika telah memulai untuk terbang tinggi.
Asalkan kita dapat menikmati setiap standar impian yang ditetapkan layaknya kita terbang tinggi menembus kolong-kolong langit rasanya seluruh rintangan yang menjadi penghalang untuk segala impian kita mampu kita musnahkan didalam alam pikiran kita.
Jika saja kita mampu menikmati setiap detik nafas yang sudah di Ciptakan olehNya, maka kita baru menyadari setiap detik hidup sangat berharga. Sehingga kita berusaha semaksimal mungkin untuk keluar dari segala rintangan-rintangan tersebut dengan hati bersuka cita, tanpa beban sama sekali layaknya balon yang terbang tinggi. Jika kita memandang rintangan dengan ringan….sangat ringan…… lepaskan semua rintangan dan masalah kita.
Jangan biarkan rintangan tersebut mengikuti setiap langkah kita, letakkan beban itu ditempat yang tidak terlihat lagi agar kita mampu terfokus kepada keinginan kita untuk tetap terbang tinggi.
Biarkanlah beban itu terkunci ditempat yang telah ditentukanya, pandanglah langit yang membentang luas di angkasa, rentangkan kedua lengan ini sekarang kita hidup bebas, lepas bahkan semakin ringan menuju cakrawala mimpi kita. Biarkan tubuh ini terbang bebas dan lepas menuju gerbang cakrawala yang bertuliskan “selamat ini adalah mimpi ku”


Energi positif sang pemimpin





Ketika saya baru mengikuti sebuah pelatihan mengenai leadership, satu pertanyaan yang timbul saat itu adalah “Bagaimanakah sistem program seorang leader yang baik?” Jawaban yang berbeda sering kita temukan dalam hal ini. Ada yang menyatakan bahwa seorang yang dapat mengendalikan segala situasi adalah seorang leader yang baik, lalu adapula yang menyatakan bahwa seorang pemimpin dapat berjalan jika memiliki kejelasan visi dan misi. Bahkan tak jarang orang berpendapat menyukai kepemimpinan seseorang karena dia adalah seseorang yang kharismatik.
Setiap orang memiliki gaya kepemimpinan yang pastinya akan berbeda dengan orang lain. Pernahkah kita menyadari jika tak sepenuhnya gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap perubahan yang baik. Jika kita selalu mengaggungkan gaya kepemimpinan yang sudah baik hal ini bukan pula sebuah modal untuk mencapai perubahan yang baik.
Justru jika kita tak berhati-hati dan selalu menganggap baik gaya kepemimpinan kita, tanpa disadari bahwa kita tidak memberikan energi positif kepada bawahan. Karena setiap orang pada umumnya memiliki cara pandang tersendiri terhadap “arti kepemimpinan” kita tak bisa selamanya mengakomodir persepsi setiap orang terhadap kita sebagai seorang pemimpin. Tetapi setidaknya kita bisa menjadi seorang pemimpin yang brilliant yang mampu dikagumi oleh anak buahnya. Lalu bagaimana menjadi seorang pemimpin yang brilliant?.
Energi positif menjadi hal terpenting untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Terkadang tanpa disadari seorang pemimpin telah menganggap baik dari program kepemimpinanya. Tetapi bisa saja mereka terjebak dalam sebuah skema kepemimpinan efektif tanpa menyadari bahwa energy positif dari bawahan dan rekan kerja merupkan nilai yang penting yang harus dimilikinya.
Untuk itu seorang pemimpin tidak hanya mengandalkan kecerdasan dan gaya kepemimpinan saja. Sorang pemimpin dapat dikatakan pemimpin brilliant bila mampu menggabungkan gaya kepemimpinan dengan 4 aspek yang di nilai sangat penting untuk menemukan jalan keluar yang efektif dan terbaik jika menangani berbagai masalah. Empat aspek yang terbaik yang harusnya dimiliki oleh seorang pemimpin adalah :
1.    Kecerdasan Fisik
2.    Kecerdasan IQ
3.    Kecerdasan Emosional
4.    Kecerdasan Spritual
Keempat aspek tersebut adalah yang harus dimiliki untuk menjadi seporang pemimpin yang brilliant. Jika seseorang mampu mensinergikan 4 aspek tersebut dan memiliki gaya kepemimpinan yang sangat baik hal ini dapat membawa energi positif kepada bawahanya. 
Perubahan ke arah yang lebih baik dapat di lakukan jika saja menghasilkan energi yang positif dari segala arah. Untuk itu jadilah pemimpin yang brilliant yang selalu memiliki energy yang positif untuk bawahan dan rekan kerjanya.


Kesuksesan adalah pelangi




“Saya marah karena rasa kegagalan ini!, setiap saya berusaha pasti kegagalan ada di hadapan saya. Sungguh lelah dan capek rasanya sekian jam saya berusaha hanya dibutuhkan waktu beberapa detik saja untuk menuju kegagalan dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk merasakan apa itu kegagalan” Apakah ini sering terjadi dengan kita? Tanpa kita sadari penurunan kadar adrenalin untuk mencoba kembali menjadi menurun.
Tabung pasir kegagalan menurun perlahan-lahan semakin lama semakin habis sehingga menguras segala adrenalin untuk tak ingin mencoba kembali. Pasir yang di kumpulkan hingga menjadi bahan bakar untuk mencoba kembali kini sudah tak dapat kita temukan kembali. Alternatif harus kita temukan kembali dengan cara kita harus mencari bahan bakar yaitu cairan adrenalin yang sesuai dengan tubuh kita.
Rasanya terlalu sulit untuk dimulai kembali. Itulah yang terkadang sering kali di rasakan. Terkadang ketika kita telah menemukan bahan bakar yang sesuai dengan tubuh kita dan memacu seluruh adrenalin untuk mencapai puncak keberhasilan tetapi di tengah jalan kita mengalami berbagai kesulitan hingga menguras semua bahan bakar dan tubuh kita tak dapat menerima kembali bahan bakar yang sama karena proses yang menolak hal ini yang sering kali disebut dengan kegagalan ini.
Adrenalin kita justru meningkat ke dalam emosi sehingga semua yang telah di rencanakan di titik awal menjadi sia-sia dan kembali ke titik nol karena semua rasa marah yang tersisa dan tak dapat dikendalikan. Jika rasa marah menguasai tubuh kita saat ini, janganlah mengharapkan dapat kembali justru mempunyai pikiran yang jernih saja rasanya sulit sekali.
Jika kita cermati rasa marah mengendalikan tubuh kita untuk menghentikan semua otot untuk bekerja, kalaupun jika kita tubuh kita masih terus bekerja justru kita tak bisa mengendalikan cara kerja tubuh ini.
Ingatan dari kumpulan memori tak bisa lepas dengan rasa kegagalan. Tapi tahukah kita bahwa mencoba kegagalan berarti jalan semakin terang untuk mencapai keberhasilan yang bertahan lama. Jika kita mendapatkan sebuah kesuksesan tanpa mencoba rasa kegagalan rasanya kita tidak bisa menikmati arti sebuah kesuksesan tersebut, justru sebaliknya kita akan semakin terbuai dengan aroma kesuksesan.
Hingga jika suatu saat kegagalan ada di dalam pandangan mata, kita tidak pernah memiliki pengalaman untuk mempertahankan kesuksesan tersebut. Sehingga kesuksesan tersebut hanyalah berumur jagung. Tentunya hal ini tak ingin terjadi. Aroma kesuksesan layaknya sebuah pelangi yang di tempa oleh hujan deras kemudian diakhiri dengan indahnya pelangi. Pelangi tak dapat muncul karena tak ada hujan. Sejauh mata memandang pelangi begitu indah terlihat, tetapi jika kita mendekati pelangi tak jelas untuk terlihat. Begitu pula kesuksesan, sejauh mata memandang kesuksesan menjadi sangat indah jika dirasakan dan diperhatikan lebih dalam. Proses setelah hujan yang begitu sulit sehingga terjadi pembiasan yang diakibatkan oleh sinar matahari adalah proses terjadinya sebuah pelangi.
Begitu pula dengan keberhasilan untuk merasakan aroma keberhasilan yang dapat kita nikmati, kita harus merasakan hujan-hujan rintangan yang ada di depan mata. Lalu ada seseorang bertanya “Tidak selamanya ada hujan lalu ada pelangi” saya kemudian menjawab pertanyaan tersebut “Tunggulah, bersabarlah dan tetap berusaha untuk menantikan pelangi” Kemudian dia memprotes jawaban saya dengan pertanyaan bernada marah “Lalu, Berapa lama lagikah kami bisa melihat pelangi?” kemudian saya kembali menjawab “Jika kita sudah mampu mengendalikan emosi dan rasa marah kita terhadap hujan, maka pada saat itulah kita dapat menikmati indahnya pelangi” 

Kamis, 07 April 2011

Layaknya bersepeda







Apa yang anda ingat ketika mengayuh sepeda? Dahulu anda harus belajar untuk mengayuh sepeda tersebut, kini anda telah menjadi mahir untuk bersepeda. Apakah setiap anda mengayuh sepeda harus mengingat apa yang dipelajari sewaktu masih belum mahir? Yah anda tidak perlu mengingat ketika pertama kalinya bersepeda karena semua otot secara otomatis bekerja tanpa memanggil memori yang bekerja di dalam otak. Ketika di dalam otak anda telah tersimpan memori dan skema bersepeda.Mereka tidak perlu di panggil ulang ketika anda ingin bersepeda.
Ini seperti anda berjalan, apakah anda harus mengingat ketika perjalanan anda merangkak hingga mampu berjalan? Ini adalah suatu kebiasaan yang tidak perlu anda ingat kembali bagaimana cara berjalan atau bersepeda.
Skema bersepeda semakin dalam sehingga anda tidak melakukan upaya apapun sekarang ini untuk bersepeda, bahkan anda sudah dikatakan mahir melakukannya. Hal ini bisa anda terapkan ketika menginginkan sesuatu yang terlalu sulit untuk dilakukan.
Bayangkanlah anda saat ini layaknya bermain sepeda dengan mudah. Tidak bisa karena tak biasa kalimat itu sering sekali kita mendengarnya. Padahal kalimat ini menjadi senjata ampuh untuk berbuat sesuatu yang kita anggap diluar batas kemampuan.
Lakukan hal yang anda anggap tak nyaman menjadi sesuatu hal yang harus dipelajari. Berjalan dan bersepeda merupakan zona nyaman anda, karena anda tidak perlu belajar kembali untuk melakukan hal itu. Bandingkan ketika dahulu baru menggunakan sepeda, anda merasa tidak nyaman untuk melakukanya, anda merasa tidak biasa untuk sepeda tersebut. Inilah yang disebut zona belajar, semakin lama anda belajar menggunakan sepeda sedikit demi sedikit zona belajar anda berkurang dan zona nyaman anda bertambah.
Sekarang bersepeda merupakan zona nyaman. Anda tidak perlu belajar kembali untuk melakukan hal ini. Nah, jika anda ingin melakukan sesuatu yang di anggap susah misalnya tak mahir untuk berbahasa inggris, dan ini adalah zona pembelajaran anda saat ini. Teruslah berusaha seperti pertama kali nya seperti memulai langkah untuk bersepeda.
Tak selamanya zona pembelajaran akan menjadi zona pembelajaran. Anda harus tekun, bersabar dan percaya bahwa sebuah kesulitan anda saat ini akan berubah menjadi zona nyaman. Hingga zona nyaman semakin bertambah dan tidak perlu merasakan kesulitan-kesulitan yang berarti.
Layaknya bersepeda anda melatih hal ini secara terus menerus, hingga semakin mahir untuk bersepeda. Begitu juga kesulitan-kesulitan yang anda hadapi suatu saat nanti, berlatih terus hingga anda tidak lagi menganggap ini sebagai zona pembelajaran anda.

Rabu, 06 April 2011

Hujan Deras





Ketika hujan turun membasahi bumi dengan sangat deras dan anda sedang melakukan perjalanan yang penting untuk masa depan anda, apa yang anda lakukan saat itu? Jika anda membawa payung, pastilah saat itu perjalanan anda bisa di tempuh dengan mudah. Tetapi bagaimana ketika payung tidak di tangan anda saat ini? apa yang ingin anda lakukan untuk perjalanan tersebut? Beberapa orang mengatakan kepada anda lebih baik berhenti dulu dan berteduh yang aman hingga hujan reda kemudian lanjutkan perjalanan kembali. Atau anda memilih untuk melaju terus tak perduli seberapa besar hujan yang membasahi tubuh anda.
Ketika anda membawa payung justru anda takut melewati hujan deras tersebut karena angin semakin yang kencang akan membawa payung terbang entah kemana sehingga saat itu anda pun takut berhadapan dengan segala hal rintangan yang sudah dibayangkan sebelumnya.
Pilihan-pilihan anda akan mempengaruhi kehidupan selanjutnya. Tidak ada yang pernah salah dalam setiap pilihan anda, hanya saja proses yang anda jalani saat ini masih belum tepat untuk menjalankan pilihan tersebut.
Ketika anda membawa payung, pilihan tersebut anda anggap tepat tetapi tahukah bahwa proses ke depannya tidak selamanya dapat di lalui walaupun awalnya sudah dipersiapkan secara matang. Terkadang kita hanya memikirkan awal dan akhir sebuah tujuan, tetapi ketika mengabaikan sebuah hal yang penting yang menggabung titik awal dan titik akhir yaitu sebuah proses.
Ketika titik awal telah yakin anda dapatkan dengan payung di tangan belum tentu proses yang di dapatkan semudah yang dibayangkan.
Sedangkan ketika anda tidak membawa payung keputusan saat itu adalah berhenti sejenak untuk berteduh. Proses berteduh pun terkadang mengalami hambatan, anda mulai merasa resah untuk menunggu waktu kapan hujan akan berhenti.
Sedangkan ketika anda memilih untuk mengambil keputusan membiarkan seluruh anggota tubuh bebas untuk di lalui air hujan dan terus melangkah ke arah masa depan anda. Dan akhirnya anda sudah berada di titik akhir terkadang rasa lelah karena memacu dari awal untuk secepat mungkin tidak ingin meninggalkan masa depan tersebut.
Proses kehidupan menjadi begitu penting, tidak selama nya orang yang memiliki tujuan baik mendapatkan proses perjalanan yang baik pula, atau ketika telah mendapatkan sebuah peluang yang merupakan kesempatan anda untuk menjalankan titik awal yang baik, tetapi ingatlah proses tersebut tetap mempengaruhi setiap jalan anda.
Titik awal yang merupakan peluang,  jika tidak melewati sebuah proses yang baik bisa jadi tujuan akhir yang telah anda rencanakan menjadi hanya sampah saja. Satu hal yang menarik dalam hal ini adalah anda tidak mampu untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada didalam diri. Anda hanya terlena dengan segala kesempatan dan tujuan akhir yang sangat indah tanpa memperhatikan jalan ditengah antara titik awal dan tujuan akhir. 
Hujan yang deras membawa setiap manusia memiliki pilihan-pilihan masing-masing. Perbedaan pendapat dalam memilih pilihan tak jarang banyak kita temukan, tetapi hanya anda yang bisa menjawab karena pilihan yang orang lain anda baik, belum tentu itu terbaik untuk anda pula. Dan ingatlah bahwa anda yang akan menjalani, setiap proses dari titik awal hingga tujuan akhir.