Cari Blog Ini

Selamat datang di Inspirasiku

Realisasi Mimpi = Doa +Optimis + Positif Thingking+ Usaha + Mental Baja :)

Jumat, 08 Juli 2011

Kegagalan sebagai batu loncatanku






Mimpiku adalah menjadi seseorang pembicara yang terkenal. Aku yakin suatu saat aku mampu meraih mimpi terindahku ini. Aku ingin suatu saat nanti semua orang mengenal “Yana” sebagai seorang pembicara. Tetapi saat ini ada yang menjadi kendalaku yaitu seorang yang memiliki wewenang menentukan layak atau tidaknya seorang pembicara tidak mempercayai diri ku. Menurutnya adalah bahwa aku tidak mampu melakukan hal yang terbaik untuk sesi itu. Hingga akhirnya peran ku tergantikan oleh seseorang yang memang sudah ahli memainkan peranya.
Setiap kesempatan yang datang kepadaku selalu saja ditampik oleh seseorang yang tidak mempercayaiku. dengan alasan bahwa aku tidak mampu. Sesungguhnya aku ingin sekali kesempatan itu datang padaku.
Pernah suatu hari aku berharap untuk mendapatkan peran itu dan menampilkan sesi pertunjukkan itu, seorang teman sudah memberikan kesempatan yang luar biasa untukku. Pada hari itu aku bercoba berlatih didepan kaca untuk menampilkan semua yang terbaik, dalam hati aku hanya ingin menampilkan yang terbaik untuk sesi pertunjukkanku. Aku menghayati peran ku dalam latihan tersebut, tak lupa pula ku panjatkan doa agar diberikan kemudahan menghadapi peluang yang baik ini.
Rasanya aku sudah tak sabar untuk menampilkan seluruh kemampuan ku saat ini.  Aku menunggu waktu ku dengan hati yang tenang dan penuh kegembiraan. Ketika bertanya pada seorang teman untuk menyakinkan bahwa aku sudah siap untuk tampil, tetapi pada saat itu ada salah satu orang yang tidak mempercayai peranku dengan alasan aku tidak mampu. “Yan, maaf belum saatnya kesempatan itu datang padamu. Aku sudah berjuang melakukan yang terbaik agar kau mendapatkan kesempatan itu. Tetapi beliau masih belum ingin kau tampil dulu” pada saat itu aku sungguh sangat kecewa mendengarnya. Dalam hal ini beliau adalah orang yang memiliki wewenang yang penuh untuk menentukan seluruh peran. Tetapi aku berusaha untuk mencoba berpikir positif sebisa mungkin, aku tidak ingin menunjukkan rasa kecewa ini kepadanya.
Aku berusaha untuk menghibur diriku bahwa mungkin kesempatan ini bukan waktu yang tepat menunjukkan bahwa aku yang terbaik. Aku sempat mempertanyakan kepada seorang teman yang mempercayai peran itu untukku, mengapa aku tidak dipercaya olehnya?  Dia berusaha untuk menghiburku bahwa suatu saat akan dapat peran yang lebih besar lagi untukku. Sesungguhnya ini adalah sarana interopeksi yang terbaik dalam menilai apa yang kurang didalam diri ini?
Aku bercerita kepada seorang pembicara yang sudah cukup dikenal untuk menceritakan mengapa aku tidak pernah diberikan kesempatan untuk tampil, padahal aku telah berusaha dan berlatih semaksimal mungkin. Dia hanya mengatakan kepadaku “Jadikan dia sebagai partner untuk melangkah menuju tangga keberhasilan, dan jangan pula kau membencinya lalu menjadikanya musuh untukmu. Kau akan terpacu untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya kau memiliki kemampuan yang luar biasa. Hanya saja waktu yang indah belum kau dapatkan pada hari itu” aku mengucapkan terimakasih kepada temanku, dan mengikuti saran yang luar biasa ini.
Aku terus berlatih setiap hari mengasah kemampuan ku untuk berkomunikasi dan berbicara didepan umum.  Aku terus memperdalam setiap pengetahuan yang datang kepadaku.  Keesokan harinya aku hanya berharap bahwa hari akan semakin baik dan berusaha melupakan rasa kekecewaanku ini. Suara ponsel memanggilku, ku terima dengan perasaan yang senang. Di luar dugaanku ternyata aku dipercaya oleh orang yang baru dalam kehidupanku untuk melihat kemampuan ku berbicara didepan umum. Ku tutup ponsel ini dan ku katakan “Terimakasih Tuhan, ini hadiah yang luar biasa untukku. Dimana ada sebuah keseimbangan alam ketika ada orang yang tidak mempercayai kemampuan ini ada pula yang masih mempercayaiku”  aku berlatih semaksimal mungkin agar tes ini nantinya tidak akan mengecewakan seseorang yang telah mempercayaiku.
 Ketika aku berlatih, aku meminta tolong kepada orang-orang terdekat untuk memberikan saran agar aku menjadi lebih baik lagi.  Hari itu tiba, aku berusaha untuk menampilkan semaksimal mungkin kemampuanku. Perasaan legowo pun berusaha aku terapkan untu diri ini agar tidak ada rasa kecewa kembali untuk mendengar kata “tidak”. Aku mencoba untuk mendisiplinkan diri bahwa jika mereka menolakku itu bukanlah waktu yang indah untukku. Aku mengikuti saran dari temanku terus  jadikanlah dia partnermu. Ah ku pikir aku sudah menampilkan yang terbaik didalam diri ini.
Hari itu adalah hari bersejarah untukku dimana aku dapat memecahkan rekor diriku sendiri bahwa sesungguhnya aku mampu menjadi seorang pembicara.  Aku senang sekali kabar baik dari mereka adalah mereka mempercayaiku untuk menjadi partner sebagai pembicara ditempatnya.
Sesungguhnya ini adalah langkah awal menuju keberhasilanku. Dan ini adalah langkah awal keberhasilanku dimana aku berhasil mengubah kegagalan sebagai batu loncatan menuju keberhasilan.
Prinsip itulah yang selalu ku terapkan bahwa indahnya kegagalan apabila mampu mengubahnya sebagai keberhasilan yang terindah. Kini inilah diriku, dimana diri ini menjadi pribadi yang lebih memiliki karakter dan siap melangkah untuk mencapai tangga keberhasilan yang berikutnya.

Kamis, 07 Juli 2011

Rayakan kesuksesan itu


    


Hari ini kita sudah mampu menyelesaikan masalah yang sangat berat terjadi dalam hidup ini. Dan dihari ini kita sudah mampu keluar dari sebuah ikatan yang sangat kuat yang tadinya menjerat kehidupan yang kita miliki. Dihari ini pula kita mampu tertawa bahagia karena kini masalah tersebut tidak akan pernah ada lagi didalam hidup ini. Kini kita mampu menikmati setiap detik kesuksesan yang luar biasa.
            Hari ini pula kita telah mampu mengukirkan sebuah prestasi dalam kehidupan kita bahwa diri ini adalah manusia yang luar biasa yang memiliki jiwa pantang menyerah dan memiliki keberhasilan dalam menangani masalah-masalah yang terjadi. Di hari ini kita hidup menjadi lebih baik lagi karena kini kita bebas untuk mengekpresikan segala keberhasilan yang telah dilakukan.
            Di hari ini tidak ada pula kata kegagalan yang terdengar sayup-sayup bahkan suara kegagalan tersebut sudah menghilang. Sudah berapa kali kita menjadi sang juara dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada? Dan inilah waktu yang tepat untuk merayakan kesuksesan terhadap segala hal yang berhasil kita lakukan.
            Perayaan kesuksesan menjadi sedemikian perlu agar diri ini mampu menghargai kehidupan yang telah diberikan. Tujuan selanjutnya dimaksudkan jika suatu saat ketika mengalami kembali masalah yang sulit dalam hidup ini kita memiliki sebuah kenangan yang manis karena perayaan kesuksesan tersebut hingga secara tak sadar kita merindukan diri ini agar menjadi sukses kembali.
             Keberhasilan tidak selamanya dihargai dengan jumlah materi yang ingin dikeluarkan tetapi keberhasilan layaknya dirayakan dengan kegembiraan hati yang luar biasa. Dengan menghentakkan kaki dengan tarian kesuksesan yang kita raih atau kita bisa berteriak sekencang-kencangnya yang menunjukkan kelegaan yang luar biasa kini masalah tersebut dapat terselesaikan.
            Jika hal ini kita lakukan ketika telah mampu menyelesaikan masalah, maka ketika di hari yang lain diri ini berhadapan dengan masalah maka kita rindu menikmati detik-detik kesuksesan tersebut. Ketika kita telah mampu merayakan kesuksesan tersebut ucapkanlah segala terimakasih kepada diri ini dan semua orang yang telah membantu dalam menyelesaikan masalah.
            Bergembiralah dengan hati yang tanpa beban dengan menandakan bahwa langkah kaki kita sekarang ini sudah mulai ringan. Kini tidak ada lagi beban yang sangat berat yang dipikul di badan ini. Tubuh ini menjadi sangat ringan, maka saatnya menikmati detik-detik kesuksesan tersebut.
            Ini adalah waktu yang terbaik untuk kesempatan yang luar biasa ini. Waktu yang sangat baik ketika saat itu kita bebas berekspresi melakukan apapun juga untuk merayakan keberhasillan dalam tantangan ini. Ini adalah hari kemenangan kita, biarkanlah semua orang tahu tentang hari kemenangan ini.
            Berbagilah kesenangan dengan orang lain juga biarkanlah orang lain ikut juga dengan perasaan apa yang dialami saat ini. Jadikanlah sebuah hari ini adalah raja dari hari yang pernah dilalui.Raja dari setiap pemenang pada tantangan kehidupan. Mari kita rayakan kesuksesan itu dengan suka cita dan kesenangan luar biasa.

Rabu, 06 Juli 2011

Pecahkan Rekor itu


    

  Berapa kali kita sudah melakukan hal-hal yang terbaik untuk diri ini? sudah berapa lama kita sudah mencoba untuk menjadikan diri ini menjadi luar biasa? Dan berapa kali kita membuat lukisan terbaik untuk hidup ini? Berapa lama waktu ini dihabiskan dengan cara yang baik? Pernahkah pertanyaan itu kita tanyakan pada diri ini sendiri? Jika pertanyaan tersebut dijawab dengan “Tidak” rasanya sudah saat mulai untuk menghargai setiap kebaikan dengan harga yang mahal. Mengapa? Ketika kebaikan memang pantas dihargai dengan harga yang mahal karena kita telah melakukan proses yang luar biasa menuju kebaikan tersebut.
            Kita tidak pernah mengucapkan terimakasih kepada pikiran ini karena telah bekerja keras dalam memikirkan segala sesuatu terhadap masalah yang ada. Kitapun tidak berusaha untuk mengucapkan terimakasih kepada tubuh ini karena telah melakukan kebaikan luar biasa. Ini waktu untuk kita melakukan kebaikan-kebaikan untuk diri sendiri, jika saat itu kita telah melakukan hanya dua kali.
            Hari ini cobalah untuk memecahkan rekor yang dibuat sendiri dengan tiga kali kebaikan. Ketika hari ini kita telah mengucapkan terimakasih hanya kepada pikiran yang luar biasa ini, mulai sekarang pecah rekor pada saat itu ucapkanlah terimakasih kepada kedua tangan ini yang mampu menyelesaikan setiap masalah dengan cara yang bersih. Kenapa hal ini perlu dilakukan? Terkadang diri ini tidak pernah menghargai diri sendiri, padahal diri ini telah melakukan hal yang maksimal tetapi pada saat itu kita memikirkan bahwa “saya adalah mahkluk tak berguna” jika pada saat itu kita masih memikirkan hal itu.
            Kembalilah untuk mengingat sudah berapa kali kita telah melakukan kebaikan? Sudah berapa kali kita mampu menyelesaikan sebuah masalah. Jangan katakan bahwa “saya adalah mahkluk tak berguna” tetapi sekarang juga gantilah kalimat tersebut dengan “saya akan pecahkan rekor terbaik dalam hidup saya”. Hal ini akan memberikan pengalaman yang luar biasa terhadap hidup ini. Karena ketika kita telah mampu menghargai diri sendiri sama saja dengan memiliki kekuatan dalam menghadapi setiap masalah yang ada.
            Tidak ada mahkluk yang tak berguna ketika dia telah mampu melakukan hal-hal yang terbaik untuk diri sendiri. Tidak pula ada kata-kata negative kembali yang menjatuhkan diri sendiri ketika kita telah mampu menghargai diri ini.
             Perhatikanlah bahwa diri ini sangat mahal maka untuk memperolehnya membutuhkan motivasi yang tinggi dalam menghadapi setiap tantangan yang ada didepan mata. Ini adalah saatnya untuk kita menunjukkan bahwa ternyata kita mampu memecahkan rekor kebaikan dalam menghadapi masalah yang ada.  Lalu berikanlah penghargaan terhadap diri sendiri karena kita mampu membuat rekor yang baru terhadap hidup ini.
            Penghargaan terhadap diri sendiri memiliki peranan yang sangat penting ketika dihadapkan dengan suatu masalah. Jika saat ini kita tidak mampu memberikan penghargaan terhadap diri ini, bagaimana mungkin masalah tersebut dapat diselesaikan dengan mudah? Ingatlah beberapa rekor yang pernah kita lakukan dalam menyelesaikan suatu masalah. Tentu kita tidak pernah mengharapkan kekalahan yang akhirnya akan menyesakkan dada.
            Kita mengharapkan sebuah kemenangan untuk diri ini sendiri. Di setiap tantangan pun kita selalu akah mengharapkan kemenangan agar dapat memecahkan rekor yang baru. Ketika diri ini mulai dihadapkan dengan masalah yang baru maka saat diri ini menilai diri sendiri sudah berapa kali diri ini mampu memenangkan setiap tantangan yang ada.
            Tiba saat untuk diri ini memenangkan tantangan yang berikutnya untuk dapat membuat sebuah rekor yang baru dalam hidup ini. Rekor yang akan menjadi lukisan terindah dalam sebuah kehidupan. Sehingga pada saat itu kita adalah sebuah pribadi yang memang dapat dibanggakan.

Senin, 04 Juli 2011

Akan ada sinar dibalik kegelapan





Ingatlah bahwa jalan ini tidak selalu gelap, dia akan terang jika kita mampu meneruskan perjalanan ini. Ketika kita berhenti didalam kegelapan kemudian mengambil langkah mundur kita tidak memiliki pengalaman untuk melewati sebuah jalan yang gelap ini. Keberanian pada saat itu hilang begitu saja sehingga hampir tidak pernah kita melewati jalan yang gelap ini.
            Keinginan kita untuk bertindak aman menguasai jalan pikiran ini sehingga terkadang segala resiko menjadi segala penghalang yang menguasai pikiran ini untuk maju ke depan. Ketika saat itu kita memutuskan untuk akan melewati jalan tersebut. Yakini bahwa keputusan yang diambil merupakan langkah yang tepat untuk proses kehidupan selanjutnya.
            Keputusan yang diambil saat itu akan mempengaruhi segala pikiran ini. Yah, saya ambil jalan ini bentuklah sebuah komitmen untuk melewati jalan tersebut. Sehingga pada saat kita telah membentuk komitmen tersebut pijakan kaki ini tidak akan pernah mengambil jalan yang mundur.
            Komitmen merupakan nilai yang penting dalam kehidupan ini. Jika saja pada kita tidak mampu mempertahankan komitmen tersebut kemungkinan selamanya kita tidak pernah merasakan jalan yang terang tersebut. Ingatlah bahwa pada waktu yang tepat kita mampu melihat sinar itu. Sebuah sinar yang membawa diri ini kepada keberhasilan yang diinginkan.
            Jika kita memang menyakini bahwa “ya,  saya mampu melihat sinar dalam kegelapan tersebut” berarti saat  ini kita sudah siap untuk melewati segala sesuatu yang nantinya akan menghadang diri ini didalam kegelapan. Komitmen yang akan mengiringi langkah ini untuk bisa melewati jalan-jalan tersebut. Jika kaki kiri ini ingin mengambil langkah mundur komitmen akan mengingatkan diri ini kembali bahwa jalan yang terang itu memang ada.
            Jika kita terlihat mulai lelah dan enggan untuk melangkahkan kaki ini sehingga sekarang diri ini masih tetap berada di tempat yang sama, komitmen memberitahu diri ini bahwa semuanya kelelahan kita akan dibayarkan dengan keindahan sinar yang masuk didiri ini.
            Jika saat ini kaki ini begitu berat untuk melangkah komitmen akan mengambil peran untuk menghibur diri ini bahwa semua keinginan ini akan dengan mudah dapat dilakukan. Kita yang menentukan segala keinginan ini dan kita juga memiliki peranan dalam sebuah keberhasilan. Jika saja kita hanya mengharapkan Tuhan memberikan secara instant maka saat ini kita hanya terbelenggu dalam setiap khayalan ini. Tuhan hanya berperan kecil dalam menentukan keberhasilan ini, yang menentukan keberhasilan didalam diri ini sebagian besar ditentukan oleh diri ini sendiri.
            Untuk itu tingkatkan kemampuan ini untuk merencanakan keberhasilan yang diinginkan dan ingatlah bahwa suatu saat nanti sinar-sinar yang terang ini akan membasahi tubuh ini sehingga kita dapat merasakan anugerah perjuangan luar biasa dalam mendapatkan semua anugerah tersebut.
            Ketika saat ini kita terhenti langkah didalam kegelapan, hentakkan kaki ini dan katakanlah kepada kaki ini bahwa “Kita maju bersama menuju jalan yang terang”. Begitu juga ketika saat ini kita menghadapi sejumlah masalah yang datang tak ada hentinya, yakini segala daya dalam tubuh ini dari pikiran hingga tenaga didalam tubuh ini akan merasakan cahaya yang suatu saat akan kita nikmatin setelah diri ini mampu keluar dari kegelapan. Ingatlah dan percaya bahwa tidak selamanya diri ini akan terus berada didalam kegelapan tersebut.
            Seperti yang terdapat dalam bab sebelumnya bahwa sebenarnya kuncinya adalah percaya. Jika saat ini kita percaya bahwa segala daya dalam tubuh ini baik pikiran, jiwa dan seluruh anggota tubuh ini mampu melewati jalan kegelapan sudah waktunya pula kita percaya bahwa memang suatu saat nanti didalam kegelapan terdapat sebuah cahaya yang akan dinikmati suatu saat nanti.
            Betapa indahnya menikmati cahaya setelah diri ini melalui jalan kegelapan. Cahaya yang luar biasa yang suatu saat memberikan energi yang sangat luar biasa untuk menghadapi lidi-lidi selanjutnya. Ketika diri ini mampu menahklukan kegelapan maka pada saat itu sesungguhnya kita berhasil untuk mencapai tangga kehidupan yang lebih tinggi lagi.
                       
Jika suatu saat kita mengalami masalah yang berat kembali ingatlah bahwa akan ada cahaya yang luar biasa yang akan menerangi diri ini disetiap langkah kita. Ketika kita berada diatas tangga berikutnya maka saatnya kita menerima ujian dalam hidup ini yang lebih berat lagi. Ketika kita menerima ujian tersebut walaupun lebih berat dari ujian yang dialami saat ini, ingatlah selalu sebuah cahaya yang luar biasa yang nanti akan membawa diri ke tangga yang lebih tinggi lagi. Begitulah seterusnya dalam memandang hidup bahwa cahaya dalam kegelapan akan mempengaruhi segala cerita tentang kehidupan.

Selasa, 28 Juni 2011

Kelahiran yang baru dengan penuh kesabaran


Masalah yang datang begitu saja membuat terkadang kita menjadi jengkel dan marah dengan menyatakan bahwa kenapa masalah selalu datang dan membuat saya semakin kelam? Adapula yang pernah bercerita kepada saya bahwa kini hidupnya menjadi lebih sabar karena berbagai masalah yang datang beruntun yang mau tidak mau memberikan ketahanan mental yang luar biasa untuk menghadapinya.
            Ketika itu dia mengalami kegagalan yang berulang kali untuk menjalin hubungan asmara dengan lawan jenisnya. Dia selalu disakiti dengan pria-pria yang mengenal dirinya. Terkadang dia hanya dimanfaatkan sebagai  hanya untuk hasrat seks dengan alasan atas nama cinta. Padahal dia sudah benar-benar mencintai pria tersebut tetapi pria tersebut akhirnya menyakiti dirinya. Tak hanya itu saja bahkan ketika gadis itu sudah menemukan satu pria sebagai teman yang nyaman untuk berbicara kemudian justru hal yang sama terjadi padanya.
            Sehingga pada saat itu dia merasa tak berguna untuk menjalani kehidupanya jika hal yang dialami adalah hal yang sama yaitu selalu menjadi hasrat penyalur seks bagi kaum  pria. Padahal hanya satu yang dia inginkan adalah mencintai dirinya dengan sangat tulus. Tetapi banyak pria yang akhirnya justru memanfaatkan dirinya. Keadaanya semakin terpuruk kala itu tidak pernah ingin mengenal satu pria pun yang hidup didunia ini dia beralih untuk menyukai sesama jenis. Tetapi justru apa yang dia rasakan selama ini yang tidak pernah dia dapatkan dari seorang pria untuk mencintai dengan tulus dirinya didapatkan dari seorang wanita.
            Memang perbuatan mencintai sesama jenis bukanlah sebuah perbuatan yang wajar, hanya saja kita sebagai manusia tidak bisa menyalahkan sepenuhnya mengapa dia berbuat hal demikian.
            Cerita tak hanya sampai disitu saja, ketika dia sudah mulai merasa nyaman untuk dicintai sesama jenisnya hatinya berontak dan mengatakan bahwa rasa cinta yang sebenarnya mengapa sangat hambar? dia mencoba mencari alasan mengapa dia berbuat hal demikian?
            Hatinya menjawab bahwa dia hanya ingin mencari kedamaian tetapi beribu masalah yang ada didepan matanya mau tidak mau menguji dirinya untuk mampu menghadapi semua itu. Pernah suatu kali dia menyerah terhadap kehidupanya dia berteriak kepada dunia bahwa semua lelaki adalah memiliki mental yang bejat. Hanya itu yang bisa dia lakukan pada saat itu, masalah yang datang tidak membuat dirinya bahagia.
            Dia tidak bisa menikmati kehidupan yang sesungguhnya. Waktu terus berlalu sehingga kini dia mulai merasa kesalahan pada kehidupan yang harus dibenahi untuk dirinya. Dia mulai melakukan intropeksi apa yang salah didalam diri ini? mengapa hal ini terjadi padanya? Dahulu dia adalah jiwa yang penuh dengan emosi dan amarah, dahulu pula dia tidak dapat mengendalikan sifat-sifatnya.
            Dia juga salah satu mahkluk di dunia ini yang tidak pernah mengerti arti kesabaran. Kini ketika dia menjadi manusia yang dapat mengendalikan segala emosinya, dia memiliki jiwa yang sangat tenang. Dan kini satu hadiah yang luar biasa yang belum pernah dia dapatkan sebelumnya adalah sebuah kado yang berjudul “selamat kini kau sudah memiliki kesabaran” kesabaran bisa dimiliki ketika kita sanggup untuk melewati segala beban yang sangat berat didepan mata kita. Beban tersebut semakin ditambah kembali sehingga ada sebuah ungkapan yang tepat menggambarkan hal ini adalah “sudah jatuh tertimpa tangga pula” tetapi hikmah dari sebuah perjalanan proses kehidupan yang sulit adalah saat ini kita sudah memiliki nilai kesabaran yang luar biasa.
            Kita akhirnya dapat memahami bahwa masalah yang datang pada akhirnya akan membawa berkah yang luar biasa. Nilai kesabaran menjadi sangat penting untuk menunjang jalan kehidupan diri ini. Jika suatu saat kita mengalami kembali persoalan yang lebih berat lagi diharapkan kita menjadi lebih siap dan memiliki daya tahan yang luar biasa karena sebuah nilai kesabaran tersebut.
            Nilai kesabaran yang baik adalah ketika kita sendiri mampu mengukur seberapa sabarnya kita terhadap sebuah masalah. Dengan nilai kesabaran tersebut diri ini lahir kembali menjadi pribadi yang lebih baik lagi.  

Senin, 27 Juni 2011

Ini akan berakhir






Lihatlah kedepan sebenarnya itu adalah garis finishnya. Kita pasti bisa melaluinya dengan kesungguhan hati dan rasa percaya diri yang luar biasa. Sesungguhnya kita hampir melangkahkan kaki ini ke garis itu, maka segera bangkitkan seluruh kekuatan dalam tubuh ini untuk mengejarnya. Jangan pernah membayangkan bahwa masalah yang kita hadapi sekarang tidak pernah berakhir.  
            Jika kali ini kita terlibat dalam masalah yang tidak pernah ada ujung penyelesaianya maka saatnya menyampaikan sebuah pesan kedalam pikiran ini bahwa semuanya akan berakhir.
            Saya terinspirasi dengan seorang teman yang sebagai penderita HIV AIDS positif, pada awalnya dia tidak menerima keadaan dirinya. Mengapa hal demikian terjadi padanya?  Dia mengutuki dirinya sendiri apa salahnya sehingga penyakit tersebut ada didalam dirinya? Dia tidak pernah melakukan apapun yang merugikan dirinya sendiri dan orang lain hanya saja. Dia selalu mengatakan kepada saya “Apakah saya memiliki banyak dosa, sehingga saya pantas untuk memiliki penyakit ini?”  Ini masalah yang sangat berat dalam hidupnya, penyelesaian yang diharapkan darinya tentu dia ingin kembali seperti semula. Tetapi sesungguhnya hanya keajaiban yang bisa menyembuhkan virus tersebut.
            Di tahun pertama dan kedua dia menolak segala hal yang sudah ditetapkan olehNya. Dia merasa bahwa hidupnya tidak akan bertahan lama dengan virus yang mematikan tersebut, sehingga terkadang dia lelah dengan hal seperti ini. Pernah suatu kali dia menyatakan “mengapa masalahnya tidak pernah dapat terselesaikan? Ini akan tidak pernah berakhir hingga hari kematian saya. Sungguh saya sudah menyerah dengan keadaan seperti ini”
            Di Tahun ke tiga dia mulai bangkit dari keterpurukanya, dia merasa walaupun masalahnya tidak akan pernah terselesaikan setidaknya dia sudah berbuat yang terbaik untuk dirinya sendiri. Setiap harinya dia selalu melakukan yang terbaik untuk kehidupanya sendiri dan orang lain. Dia sudah bisa menyadari, bahwa ketika ini akan berakhir akan membuat sebuah lukisan kehidupan yang berarti untuk dirinya.
            Dia tidak pernah ingin menyesal terhadap kehidupan yang diberikan. Setiap hari dia selalu mengisi hari-harinya dengan kebahagian dirinya dan untuk orang lain. Dia selalu membantu untuk memotivasi teman sesamanya. Kini sudah hampir 7 tahun dia mampu bertahan dengan keadaan tubuh yang telah terinfeksi virus positif tersebut. 
            Didalam hal ini sebenarnya virus tersebut tidak akan pernah berakhir, hanya saja masalah yang dialaminya sudah berakhir dengan sempurna. Dia mampu bangkit dan menikmati kehidupan selanjutnya.
            Masalah yang lama sudah terselesaikan dengan sempurna yaitu ketika dia tidak dapat menikmati waktu-waktunya dalam kehidupan, kini dia sudah mampu menyerahkan semua kepada Nya dengan membuat hari-hari esok semakin berwarna. Dia tidak akan pernah menyesal akan karunia yang luar biasa yang diberikan untuk memotivasi teman-temannya. Baginya adalah kehidupan harus dijalani dengan keindahan dan nilai-nilai positif.
            Dalam masalah diatas, persepsi orang-orang yang berbeda menganggap masalahnya tidak akan pernah selesai, karena dia terinfeksi HIV AIDS positif yang hingga kini belum ditemukan sebuah obat yang mampu menyembuhkan penyakitnya. Tak jarang dari kita menilai bahwa ini tidak akan pernah berakhir sampai kapanpun. Ini akan berakhir sampai batas umur kita yang telah ditentukan olehNya. Tetapi bagiNya masalah tersebut sudah berakhir masalahnya adalah ketika dia tidak menolak ketetapan yang sudah diberikan olehNya.
            Masalahnya telah berakhir ketika dia mampu bangkit dengan menjalani esok hari dengan lebih berwarna. Telah berakhir juga karena dia mampu tersenyum menikmati keindahan dunia dengan nilai-nilai positif tersebut.
            Andaikata dia tidak pernah bisa untuk memaknai hari nya begitu indah makanya kita tidak pernah tahu kapan masalah tersebut akan berakhir.  Kita belajar satu hal dalam penggambaran diatas bahwa semua masalah pasti memiliki garis akhirnya. Jika kita mengalami kesulitan dalam penyelesaian itu karena saat ini kita tidak pernah percaya bahwa ada garis akhir yang menandakan bahwa sebuah masalah akan dapat terselesaikan.  
            Saya juga terinspirasi dengan sebuah cerita seorang anak yang berada dinegeri seberang yang merawat seorang ayah dari umurnya 8 tahun, ibu sudah meninggalkan dirinya ketika mengetahui bahwa suaminya terbaring tak berdaya. Keadaan perekonomianya tidak menunjang ia untuk berbuat lebih jauh terhadap ayahnya. Dia sangat  menyayangi ayahnya, setiap hari dia merawatnya dengan segala kasih sayangnya dari makan hingga memandikanya. Dia juga tidak meninggalkan sekolahnya yang ditempuh dalam waktu yang cukup jauh, untuk membiayai sekolahnya dia bekerja menjual makanan kecil dari desa ke desa.
             Tanggung jawab di rumahnya tetap dia jalankan dengan senang hati. Hal ini sudah dijalankannya hingga umurnya menginjak 14 tahun, dia pun dapat meracik obat-obatan untuk ayahnya yang dia bisa ditemukan sepanjang perjalanannya melewati hutan. Sehingga dia menjadi sehingga menjadi orang yang ahli untuk membuat obat-obatan untuk ayahnya, pengalamanya didapatkan dari belajar literature tentang obat dan pengamatan yang dilakukan oleh seorang suster. Sehingga di usianya yang 12 tahun dia mampu membuat obat-obatan untuk ayahnya. Dia mampu memilah-milah bahan apa-apa saja yang diambil dari Hutan yang dapat di tolerir untuk membuat racikan obat untuk ayahnya.
            Hingga keadaan ayahnya semakin membaik karena kemampuanya. Semua orang  disekitarnya semakin kagum denganya hingga suatu kali dia diwawancarai oleh salah stasiun TV. Ketika dia diwawancarai stasiun TV dan menanyakan pertanyaan “hal-hal apa yang kamu inginkan sekarang” pada awalnya dia diam dan tidak ingin menjawab pertanyaan tersebut. Ketika ditanya sekali lagi bahwa yang dia inginkan adalah Ibunya kembali dia menyatakan bahwa “Kembalilah ibu, kini saya sudah bisa merawat ayah. Ibu tidak perlu mengalami masalah ini” Ini adalah masalah utama yang diinginkanya.
            Permasalahan diatas adalah anak tersebut ingin menyatakan kepada ibunya bahwa ini sudah berakhir, tidak perlu khawatir lagi. Dia mampu membuat permasalahan bagi ibunya sudah berakhir. Dia tahu bahwa ibunya meninggalkan suaminya karena tidak kuat menghadapi penyakit dari suaminya sendiri. Dan pelajaran yang dapat diambil dalam permasalahan tersebut adalah kerja keras serta kasih sayang mampu membuat sebuah masalah akan berakhir. Dia percaya suatu saat nanti dia mampu menyelesaikanya dengan sangat baik. Dia selalu berusaha setiap harinya tanpa mengeluh bahwa beban yang di tanggungnya begitu berat.
            Satu hari pun dia tidak mengeluh dengan beban di usianya tersebut tetapi selalu berusaha untuk membebaskan dirinya dari belenggu masalah yang dihadapi setiap harinya.
             Hal ini terkadang tidak mampu kita temukan di dalam diri ini. Jika beban sudah terlalu berat biasanya kita mengeluh dan berteriak “saya sudah tidak kuat” dan akhirnya menganggap bahwa ini tidak akan pernah berakhir. Percayalah bahwa ini pasti akan berakhir, kita mampu menghadapinya dan bangkit dari keterpurukan masalah. Ini akan berakhir tanamkanlah hal ini dalam pikiran ini sekarang juga.

Kamis, 23 Juni 2011

Jiwa yang tenang



Masalah yang datang bertubi-tubi membuat perasaan emosi menyatu didalam pikiran, sehingga ketika ingin apa yang kita lakukan saat itu tidak bisa berkonsentrasi terhadap pemecahan masalah yang terjadi. Ketika itu akumulasi dari perasaan emosi yang didahulukan terlebih dahulu sehingga dalam keadaan yang tidak terkondisikan dengan baik misalnya panik harus bisa menemukan jalan keluar terhadap masalah yang terjadi. Hal ini tidak semudah yang dibayangkan jalan keluar tidak dapat ditemukan dari ketidaktenangan pikiran.
            Hal yang pertama dilakukan ketika berhadapan dengan masalah yang rumit terlebih dahulu adalah menenangkan segala pikiran dan emosi yang mungkin akan membuat bergejolak didalam dada. Jika pada saat kita menerima masalah mampu mengendalikan emosi maka akal sehat pun mampu ditemukan dengan sangat mudah. Bandingkan ketika pada saat itu kita menerima masalah dengan panik hingga perasaan marah bahkan yang lebih sering lagi terkadang kita menemukan perasaan tak ingin disalahkan, maka saat itu jangankan kita berharap jalan keluar yang terang.
            Pada saat itu kita masih berkutik pada hal yang sama yaitu problematika pengendalian emosi dalam menghadapi masalah. Pengendalian emosi menjadi hal yang utama dan penting yang harus dilakukan untuk memperoleh ketenangan yang diinginkan. Tetapi sebaliknya jika pada saat itu kita menerima masalah dengan emosi yang labil maka jangankan kita berharap lebih untuk menemukan penyelesaian terhadap masalah yang kita temui pada saat itu hanyalah rasa amarah memuncak dalam berhadapan masalah.
            Penyelesaian masalah harus bisa diselesaikan dengan kepala dingin bukan dengan keadaan yang sangat emosional. Berlatihlah untuk memiliki tingkat emosional yang baik dalam menghadapi segala sesuatunya. Jika kita memiliki nilai positif didalam diri ini kemungkinan dapat untuk memiliki pengendalian emosi dengan tingkat yang baik. Nilai positif dibangun sebagai benteng pertahanan didalam diri ini untuk membuat perubahan didalam menghadapi suatu masalah diantaranya adalah tingkat emosional.
            Ketenangan menghadapi sebuah masalah dinilai menjadi sangat penting karena kita bisa mendapatkan proses dan hasil yang lebih baik dibandingkan ketika menghadapi dengan memakai kemarahan yang luar biasa. Ketika kita mengeluarkan kemarahan dalam menghadapi masalah maka pada saat itu sebenarnya kita belum siap untuk menghadapi masalah yang datang. Apabila hal ini dibiarkan terus menerus kita hanya semakin mengutuki masalah yang sering datang dalam kehidupan. Bahkan kita tidak mampu lagi menilai rasa syukur yang ada pada setiap masalah. Lalu bagaimana caranya untuk mengendalikan emosi tersebut?
            Pertama kali cobalah berlatih dalam mengatur nafas ketika menemukan hal-hal yang memacu adrenalin. Biasanya nafas ini akan terengah-engah ketika berhadapan hal-hal baru yang dapat memancing adrenalin ini bekerja. Jika kita masih belum mampu mengatur nafas ini, hitunglah pada saat detik ke berapa menarik dan mengeluarkan udara. Dengan cara mengatur nafas merupakan cara yang efektif untuk memperoleh ketenangan.
            Disamping itu persiapkan diri ini untuk memiliki nilai positif yang telah dipelajari sebelumnya karena ketika nilai positif sudah dapat dimiliki maka pada saat itu kita mampu memulai untuk berpikir dengan jernih. Tak hanya itu saja cobalah sekali waktu mulai berusaha untuk menghargai apapun yang telah diberikan olehNya.
            Kemudian cobalah untuk mengucapkan rasa terimakasih karena penciptaan Alam yang luar biasa. Ketika pada saat itu kita mampu mengucapkan rasa syukur terhadap penciptaan yang luar biasa maka saat itu kita belajar untuk memulai menghargai apapun yang terjadi pada alam ini. Tak hanya itu jiwa ini dapat dengan mudah menyatu dengan alam dan merasakan ketenangan-ketenangan yang belum pernah didapatkan sebelumnya.
            Penenangan diri yang dilakukan dengan semedi merasakan bagian-bagian terkecil dari keindahan alam ini merupakan hal-hal yang menarik. Pada saat kita sudah mampu menghargai apa sudah tersedia dan menerima apapun yang terjadi ketika dalam keadaan baik dan buruk merupakan langkah maju dalam memperoleh ketenangan dalam menghadapi masalah.
            Jadi sekarang ini tak perlu lagi menerima masalah dengan hati yang marah tetapi terimalah dengan keseimbangan yang terdapat dialam ini yaitu dengan membuat ketenangan yang luar biasa. Ketenangan dalam jiwa merupakan cara yang efektif dalam penyelesaian masalah yang sangat rumit didalam proses kehidupan.