Cari Blog Ini

Selamat datang di Inspirasiku

Realisasi Mimpi = Doa +Optimis + Positif Thingking+ Usaha + Mental Baja :)

Selasa, 07 Juni 2011

Manusia Super


             

             Pernahkah dalam satu hari ada sebuah waktu untuk memahami bagaimana otak ini telah bekerja keras. Dan seluruh otot ini bekerja dalam waktu satu hari. Pernahkah menghitung berapa lama otak kita dipergunakan untuk bekerja dalam waktu satu hari? Adakah setengah hari otak kita bekerja keras dalam memikirkan sesuatu? Yah, jika diakumulasikan otak ini dipergunakan dalam waktu satu hari hanya 2 persen ini berarti kita hanya mempergunakan otak ini bekerja dengan maksimal.
          Tahukah kita bahwa otak ini hanya bekerja tidak sampai satu jam dalam waktu satu hari. Kita memiliki waktu selama 24 jam tetapi kita hanya mempergunakan otak ini bekerja keras kurang dari satu jam saja. Padaha kita ketahui otak ini memiliki ribuan pemikiran yang luar biasa. Tetapi kita hanya memanfaatkan kurang lebih  2 % dari 100 % yang ada. Hal ini disebabkan karena sering kali kita merasa kelelahan dalam berpikir, sehingga tidak pernah terpikirkan berapa lama cara kerja ini yang efisien? Dan diwaktu seperti apa kita sanggup berpikir secara jernih?
          Kita ini adalah manusia yang super yang memiliki kecerdasan yang luar biasa hanya saja kita tak pernah menyadari bahwa di setiap hari kita hanya mempergunakan sedikit saja dari keluar biasaan tersebut. Mengapa saya katakan demikian? Karena semua memiliki tingkat hubungan yang baik antara kecerdasan otak yang luar biasa tersebut dengan kemampuan dalam menangani sebuah masalah. Kita tidak pernah menyadari bahwa dalam menyelesaikan masalah hanya menggunakan 2 % dalam kecerdasan otak kita.
          Belum lagi ketika mengetahui 2 % dari kecerdasan otak ini ternyata tidak pernah sanggup untuk mencari solusi-solusi yang terbaik. Stimulus otak ini sudah terbiasa hanya bekerja 2 % saja. Untuk itu sering kali mengalami kegagalan-kegagalan dalam mencari solusi yang terbaik.
          Jika saja kita mampu meningkatkan kemampuan dengan cara berpikir kita dalam menangani sebuah masalah maka saat ini kita telah sanggup meningkatkan cara kerja otak kita ini. Lalu bagaimana caranya untuk melatih otak ini bekerja maksimal sehingga dapat meningkatkan kemampuan kita dalam berpikir?
          Berlatihlah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kita dengan cara berpikir kreatif, berpikir tidak seperti biasanya. Belum tentu hal yang menjadi tidak mungkin kita lakukan menjadi hal yang terburuk dalam penyelesaian masalah. Bisa jadi  sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh kita adalah sebuah jalan keluar yang jitu dalam menangani masalah-masalah itu. 
          Setiap hari kita perlu meningkatkan kemampuan otak ini bekerja. Sehingga kemampuan kita dalam berpikir dan kecerdasan kita saat ini lebih baik dibandingkan sebelumnya. Untuk meningkatkan kemampuan dalam berpikir sebaiknya dilakukan dari sekarang walaupun hari ini kita tidak memiliki masalah.
          Carilah kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan cara kerja otak ini misalnya dengan cara banyak membaca buku, menyusun jadwal harian, menyusun sebuah rencana secara detil untuk keinginan kita saat ini. Hal-hal seperti ini dimaksudkan agar suatu saat ketika ada persoalan yang sangat berat terjadi didalam hidup ini kita sudah memiliki cara-cara yang terbaik dalam penyelesaiannya.
          Berlatih sebelum pertandingan lebih baik ketika kita belum menyiapkan apapun untuk pertandingan. Ingatlah bahwa kita ini adalah manusia yang super yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Kita hanya mengeluarkan sedikit saja kemampuan berpikir.
           Percayalah bahwa manusia yang super adalah manusia yang terus meningkatkan kemampuannya setiap hari sehingga ketika menghadapi suatu persoalan dalam hidupnya manusia super hanya memerlukan sedikit waktu dalam menghadapi persoalan tersebut. Begitulah cara manusia super bekerja dengan baik.


Senin, 06 Juni 2011

Lakukanlah bukan ucapkanlah






“Saya akan selesaikan persoalan hidup ini” jika itu merupakan suatu pernyataan yang kita ucapkan saat ini, maka pasti akan timbul pertanyaan kembali. Lalu kapan mau diselesaikan? Itu pertanyaan yang terjadi karena pernyataan diatas. Seringkali tanpa sengaja kita mengucapkan kalimat pernyataan yang sebenarnya membuat keraguan untuk kita. Sedangkan saat ini kita hanya membutuhkan sebuah rasa yaitu keyakinan  Ketika ingin bertindak sesuatu terhadap masalah yang mengikat hidup ini.
Untuk itu buatlah sebuah keyakinan yang nantinya dapat digunakan sebagai pelindung dalam pikiran ini dengan menggunakan kata-kata yang mewajibkan kita menyelesaikan persoalan didalam hidup ini. Bedakan dengan kita mengucapkan “saya akan” cobalah untuk menggantikan kata tersebut dengan “Saya harus” buatlah pernyataan yang memang memiliki tanggung jawab terhadap apa yang hendak dilakukan.
Setiap kata sebenarnya mengandung arti berbeda-beda dan dapat mempengaruhi pikiran ini. Pilihlah kata-kata yang memang membentuk sebuah tanggung jawab dan keharusan untuk kita membuat sebuah komitmen dalam penyelesaian persoalan dalam kehidupan. Kalimat tersebut dimaksudkan agar kita memiliki tanggung jawab terhadap semua hal yang kita ucapkan.
Jangan sampai kata tersebut hanya sanggup kita ucapkan tetapi tidak memiliki arti dalam mewujudkannya ke dalam sebuah tindakan. Kata-kata tersebut nantinya akan berpengaruh untuk membangkitkan motivasi didalam diri ini. Janganlah memilih kata-kata yang memberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan keraguan kepada diri kita. Kata-kata tersebut yang akan mewakili sebenarnya kita akan berkomitmen terhadap penyelesaian suatu masalah atau malah membiarkannya terbengkalai begitu saja.
Kata akan memiliki nyawa untuk mempengaruhi diri ini dalam setiap tindakan. Berikan nyawa khusus terhadap pilihan kata yang hendak kita pilih. Hal ini bertujuan untuk mengharuskan kita untuk melakukan suatu tindakan untuk bergerak cepat dalam melakukan sesuatu. Bentuk sebuah komitmen yang mewajibkan kita untuk menyelesaikan segala persoalan yang sudah ada didepan mata. 
Pada bab sebelumnya saya pernah membahas biarkan menjadi satu masalah jangalah menjadi sang kolektor masalah. Jika komitmen dari awal tidak memiliki tanggung jawab dan keharusan maka kita akan menjadi sang kolektor masalah dan kita tak akan pernah bisa membiarkan lidi agar tetap menjadi satu. Jika diperlukan buatlah sebuah hukuman yang hendak dilakukan apabila tindakan tersebut gagal dilakukan.
Hukuman tersebut digunakan jika jika suatu saat ternyata tindakan tersebut tak dapat dilakukan, maka kita wajib menghukum diri sendiri dan mempertanyakan mengapa kita tidak bisa memecahkan persoalan yang ada? Kebiasaan yang sering diucapkan justru kita mengucapkan janji-janji bahwa “Ya saya hendak menyelesaikan persoalan dalam hidup saya.” Tetapi pernahkah kita terpikir bahwa sebuah kalimat tersebut memiliki tanggung jawab untuk melakukan suatu tindakan yang dapat dipergunakan dalam menyelesaikan sebuah masalah.
Biasakanlah mulai sekarang memperhatikan setiap kata-kata yang harus diucapkan. Jangan biarkan kata-kata yang sudah terlanjurkan diucapkan hanya menjadi janji-janji belaka. Janji yang tidak dapat terealisasi karena janji tersebut diucapkan tanpa memiliki komitmen yang bertanggung jawab.
Biasakan diri ini mulai sekarang menerima cambuk dengan kata-kata yang memiliki tanggung jawab bukan dengan kata-kata yang mengandung janji saja. Jangan biarkan pula kata-kata yang pernah kita ucapkan tidak pernah menjadi kenyataan. Ini sama saja dengan membunuh diri ini dengan berbagai persoalan yang nantinya akan mengikat diri ini.
Jika saat ini kita hanya terbiasa dengan memberikan janji pada setiap persoalan yang ada maka saat ini saya sarankan agar kita merubah kebiasaan dengan memberikan rasa tanggung jawab terhadap perkataan yang diucapkan hingga akhirnya secara cepat ucapan akan menjadikan tindakan yang telah ditentukan.


Kekuatan Bersyukur






Apakah kita sudah berhasil untuk menikmati bahwa betapa indahnya hidup ini? Jika kita telah mampu menikmatinya dalam hal ini kita sudah mampu bersyukur ditengah persoalan yang ada. Terkadang didalam persoalan yang diberikan susah sekali untuk menemukan sebuah rasa syukur. Justru pertama kali masalah itu datang hal yang pernah diucapkan biasanya adalah kata-kata negative dahulu.
Pernahkah kita mengucapkan sesuatu hal  positive misalnya “alhamdullilah, saya diberikan masalah” memang kedengaranya agak janggal bagaimana bisa ditengah persoalan yang ada kita mampu bersyukur? Saya akui memang sangat sulit sekali untuk mengungkapkan bahwa betapa bersyukur diri ini menerima segala masalah yang dihadapi.
Pertama kali yang muncul dalam benak ini pastilah kata-kata negative yang ada didalam pikiran ini. Stimulus otak ini sudah bekerja untuk menerima masalah dengan sudut pandang yang negative. Dalam pengertian masalah sendiri sudah mempunyai pengertian yang negative, tetapi kalo saja kita bisa menggantikan kata masalah menjadi berkah dan hadiah yang luar biasa persepsi kita dalam mempersiapkan masalah tentu sangat berbeda ketika kita masih memandangnya masalah adalah hal yang sangat menyakitkan.
Bagaimana mungkin kita bisa merubah pikiran ini bahwa masalah adalah hadiah. Sekarangkan bayangkan saat ini diulang tahun kita mendapatkan hadiah-hadiah yang sangat luar biasa. Bayangkanlah kesenangan yang diberikan karena hadiah-hadiah yang kita dapatkan dihari ulang kita dan Cobalah berpikir bahwa saat ini kita adalah orang yang teristimewa karena hanya kita sendiri yang diberikan hadiah luar biasa ini yang tak pernah diberikan kepada orang lain manapun.
Hadiah ini memang secara khusus diberikan untuk kita, karena kita hanyalah satu-satunya berhak menerima hadiah tersebut. Bayangkanlah terus kesenangan yang akan didapatkan dari menerima hadiah-hadiah tersebut. Biarkanlah kita bisa merasakan aroma kesenangan karena hadiahnya adalah hanya untuk kita. Selanjutnya ketika kesenangan sudah terpancarkan dari jiwa dan pikiran ini bersyukurlah kepadaNya bahwa hanya kita satu-satunya orang yang diberikan hadiah paling istimewa ini. Karena kita telah dipercayakan olehNya akan menjadi terbaik.
Ini adalah kesempatan terbaik  untuk kita memanjatkan puji syukur kepadaNya karena Tuhan mempercayakan untuk kita memegang hadiah yang luar biasa ini. Cobalah untuk melakukan hal-hal seperti ini, karena dengan kita mencoba menghargai dan mensyukuri setiap masalah yang ada berarti kita memiliki kesempatan untuk naik ke level yang lebih tinggi lagi.
Hindari pikiran yang keragua-raguan yang akan menyebabkan kita terjebak dalam pikiran negative ini misalkan dengan mengatakan “jangan-jangan”, “mampukah?” apakah masih mengatakan demikian? Ingatlah bahwa kita satu-satunya orang istimewa yang diberikan kesempatan untuk mendapatkan hadiah itu.
Jika kita sudah berhasil memandang masalah dengan cara bersyukur dapat dipastikan bahwa dalam mematahkan sebuah lidi masalah kita tidak perlu bersusah payah mengeluarkan tenaga dan pikiran hanya untuk lidi masalah tersebut. Bahkan tak jarang lidi tersebut dapat terpatahkan dengan sendirinya karena kita mampu bersyukur terhadap masalah.
Lidi itu akhirnya dapat dipatahkan dengan kekuatan rasa syukur ini dalam memandang sebuah masalah. Dengan rasa bersyukur  biasanya akan menemukan jalan-jalan yang terang dalam menangani sebuah masalah.
Rasa syukur mengajarkan banyak hal terhadap kita. Bersyukurlah karena hanya kesempatan itu diberikan kepada kita.

Jumat, 03 Juni 2011

Hidup ini Indah





Hidup itu indah jika kita dapat memaknai arti hidup sebenarnya. Bukan berarti ketika memiliki sejumlah persoalan didalam hidup ini dapat membuat hidup ini terpuruk.  Hidup ini menjadi berwarna, kalo saja kita mampu menggoreskan beberapa warna yang sudah tersedia oleh alam ini. Hidup ini menjadi sangat sederhana kalo kita tak pernah mampu membuat yang terbaik untuk sebuah kehidupan.
Seringkali kita tak pernah menyadari bahwa diri sendiri sebenarnya mampu membuat proses kehidupan menjadi sangat indah.  Tetapi  seringkali dialami karena masalah-masalah yang dialami didalam kehidupan membuat hidup ini menjadi terpuruk. Karena masalah kita tidak pernah berusaha untuk menikmati nafas ini untuk digunakan membuat hidup ini menjadi indah.
Kita selalu memikirkan masalah-masalah yang berat dalam hidup ini sehingga melewatkan segala kesempatan yang Tuhan ciptakan untuk lebih menikmati hidup. Fokus terhadap masalah merupakan hal yang sangat penting, tetapi hal yang lebih penting adalah ketika mampu menikmati keindahan hidup di tengah masalah yang sedang dihadapi.
Seringkali karena semakin beratnya masalah kita membuat hidup ini memilih menjadi terpuruk. Apa akibatnya jika hal ini dibiarkan terus menerus? Kita tidak bisa menikmati setiap alunan nafas yang dibuat sempurna untuk menggoreskan warna dengan keindahan tersendiri. Kita hanya memikirkan betapa beratnya Tuhan memberikan masalah untuk diri ini. Akibatnya pikiran ini telah di blokir untuk berpikir negative terhadap sebuah masalah.
Tidak hanya pikiran negative saja bahkan lebih parah lagi, karena ketidaksanggupan dan ketidaksiapan dalam menghadapi masalah kini berpikir bahwa percuma saja Tuhan memberikan nafas ini hanya untuk menikmati segala masalah dan beban berat saja.
Kita selalu menganggap kita sudah tidak pernah kuat lagi menanggung beban yang sangat berat di kedua pundak ini. Jika dibiarkan hal ini terus menerus diri ini akan semakin terpuruk dan menganggap hidup ini sudah tak berguna lagi. Bahkan lebih parahnya lagi, banyak orang berpikir sudah tak sanggup lagi menjalani proses kehidupan sehingga beberapa dari mereka menggunakan pilihannya justru dengan mengakhiri nyawa. Bagi mereka yang memiliki pikiran untuk mengakhiri sebuah proses kehidupan adalah mereka tidak bisa melihat sisi indah dari sebuah kehidupan. Semua pikiran ini dibebankan hanya kepada pikiran negative saja. Mereka tidak memiliki kesempatan untuk satu detik saja menikmati proses berpikir positive.
Beberapa pertanyaan mulai dimunculkan untuk menolak mengatakan bahwa hidup ini indah yaitu “Apakah ketika menganggap hidup ini menjadi indah, masalah akan selesai begitu saja?” pertanyaan yang sebenarnya hanya bisa dijawab oleh kita sendiri. Sekarang ini apakah kita menginginkan hidup ini menjadi lebih indah? Tentu saja semuanya akan menjawab “memang iya, kita menginginkan hidup ini indah, tapi bagaimana caranya?” Sebagian besar menanyakan bagaimana caranya memiliki hidup indah? Didalam bab sebelumnya setidaknya kita telah belajar be positive? Tentu saja pikiran dan tindakan kita mempengaruhi sebuah kehidupan. Yah, memiliki nilai positive dan berusaha untuk membuka segala blokir negative dalam memandang suatu masalah dapat merubah tentang apa yang diinginkan dalam proses kehidupan.
Selain dengan be positive setidaknya kita juga perlu mengetahui bahwa masalah adalah sebuah kelas dalam kehidupan. Kalo kita mampu menangani sebuah masalah dengan cara bijaksana tentunya  kita akan naik kelas tahap pertama.
Jika kita mampu menyelesaikanya kembali tentunya ini akan naik kelas kembali. Tentu kita tidak pernah ingin tetap di kelas yang sama. Bayangkanlah diri ini ketika berada didalam kelas pertama, kita ingin melakukan yang terbaik agar diri ini mampu ke kelas kedua. 
Kita ini sedang belajar di kelas kehidupan untuk itu hendaknya disetiap kelas membuat perjalanan kehidupan menjadi lebih bermakna. Ingatlah bahwa hidup merupakan pilihan kita sendiri. Warna apa yang kita pilih nantinya akan mempengaruhi proses kehidupan ini. Jadi biarkanlah kita memilih warna-warna yang indah untuk membuat sebuah lukisan yang sangat indah dalam proses kehidupan.

Rabu, 01 Juni 2011

Hari ini adalah hari terakhir




Pada bab sebelumnya saya menuliskan bahwa hari kemarin sudah berakhir semalam. Tidak ada hari kemarin lagi segala persoalan adalah hari ini adalah hari ini. Tidak ada persoalan hari kemarin yang dibawa untuk hari ini karena sesungguhnya hari ini adalah hari terbaik karena ini adalah kesempatan terakhir kita dalam menikmati hidup yang lebih baik. Mengapa kesempatan terakhir? Bukankah ada hari esok kembali? Mengapa hanya hari ini saja? Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus dipertanyakan. Mengapa saya katakan demikian tentunya ada sebuah alasan yang mendasari hal ini, karena saya hanya bermaksud membuat hidup ini menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Bagaimana membuat hidup ini lebih baik sebenarnya cukup mudah yaitu dengan tidak pernah memikirkan hari esok dan hari kemarin. Anggaplah ini hari terakhir kita hidup didunia ini, tentunya kita ingin melakukan apapun yang terbaik untuk segala kehidupan ini. Jika kita masih saja memikirkan apa yang terjadi di hari esok berarti kita melupakan hari ini.
Kita hanya berpikir bagaimana caranya membuat hari esok lebih bahagia daripada hari ini. Hal ini justru kita melupakan hari ini. Hari ini adalah hari yang penting untuk kita melakukan yang terbaik untuk hidup kita. Untuk kerjakan apa yang sudah menjadi keinginan kita dan buanglah segala permasalahan yang telah terselesaikan.
Kita hidup Cuma sekali tentu sangat ingin untuk menikmati hidup, apalagi hari ini hanya satu kali. Buatlah suatu hal yang mempunyai makna yang indah terhadap kehidupan ini. Hal ini bisa dilakukan untuk membuat hari ini menjadi lebih baik.
Hari ini adalah hari kesempatan kita memperbaiki setiap kesalahan yang pernah dilakukan, tidak ada lagi kesempatan yang akan kita dapati karena tidak ada hari esok yang ada hanyalah hari ini.
Hari ini saatnya menjalani kehidupan dengan sangat baik karena sesungguhnya tidak pernah ada hari kemarin yang akan dibawa di hari ini. Hari ini adalah hari spesial untuk melupakan segala hal-hal terbaik yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Ketika kita telah membiasakan pikiran ini bekerja hanya untuk hari ini saja, maka secara otomatis kita bisa membuat hari yang terbaik untuk hidup kita.  Apa yang terjadi ketika kita hanya mengingat hari kemarin? Bisa dipastikan saat ini masalah yang terjadi kemarin kita membawanya dihari ini. Masalah yang sudah terselesaikan dan tutup buku kini dibawanya di hari ini. Tentu hal ini sangat memberatkan pikiran kita.
Tetapi apa sebaliknya terjadi ketika kita hanya menganggap hari esok saja? Kita akan membiarkan lidi ini tetap utuh dan mematahkan di esok hari ini. Menganggap hari ini adalah hari terakhir  karena memudahkan kita untuk menyelesaikan segala persoalan di hari ini. Kita tidak mempunyai waktu untuk menunda-nunda persoalan yang ada didepan mata yang sudah menumpuk karena sesungguhnya hari akan menjadi hari terakhir kita.
Untuk itu selesaikanlah segala persoalan dan patahkan lidi-lidi yang pernah menjadi tabungan kita saat ini sehingga tidak membentuk suatu kesatuan yang utuh. Patahkanlah mereka karena sesungguhnya kita tak pernah memiliki hari esok.
Hari ini adalah hari yang terbaik untuk kita mengukirkan sejarah yang paling baik dalam hidup kita. Karena sesungguhnya kita akan meninggalkan kehidupan ini dengan meninggalkan seluruh persoalan yang ada. Ini adalah terakhir kita untuk melakukan segala hal yang terbaik dan memperbaiki segala kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu. Tidak hari esok untuk memperbaiki sebuah kesalahan.
Ini adalah hari terakhir untuk kita bisa melihat kehidupan yang lebih baik lagi. Untuk itu jangan pernah mensia-siakan sebuah kehidupan karena kita hidup untuk hari ini saja. Jangan mensia-siakan hidup dengan memunculkan lidi-lidi yang baru yang akan menyusahakan kita di akhir sebuah kehidupan. Karena ini adalah hari yang terakhir untuk kita buatlah sebuah kesan yang manis disetiap jam bahkan setiap detik dengan warna-warna yang sangat indah. 
Dengan menganggap tidak pernah ada lagi hari esok maka kita bisa membuat hari ini menjadi hari yang spesial untuk kita. Maka dengan cara menjadikan hari ini adalah hari yang terakhir untuk kita merupakan cara terbaik untuk kita melakukan hal-hal terbaik tersebut. Ini adalah hari yang penting karena hari ini adalah hari terakhir untuk kita

Selasa, 31 Mei 2011

Lupakanlah dengan bijaksana




Sekarang ini kita sudah telah berhasil mencari solusi dalam masalah tersebut, lalu sejenak masih adakah waktu untuk memikirkan masalah tersebut kembali? Satu hal yang harus diketahui bahwa jangan pernah menyimpan lidi yang sudah kita patahkan. Iya, memang benar kita sudah berhasil untuk mematahkan lidi-lidi masalah tersebut, tetapi kita tidak perlu menyimpan lidi tersebut. Buanglah patahan lidi tersebut kedalam tempat-tempat memang sudah ditentukan. Mengapa demikian? Karena sesungguhnya ketika kita memiliki keputusan untuk menyimpannya, ini sama saja dengan memancing memori dalam pikiran ini untuk mengingat apa saja yang telah terjadi dalam kehidupan ini.
Memori tersebut sewaktu-waktu akan memunculkan kembali setiap kejadian dengan sangat detil. Kejadian masa lalu tersebut akan memberikan pengaruh dalam kehidupan yang dijalani sekarang ini. Kejadian yang pernah membuat diri ini semakin terpuruk. Kejadian-kejadian tersebut memberikan bekas luka tersendiri dalam kehidupan ini, luka tersebut biasa disebut dengan trauma. Sesungguhnya ketika kita tidak berhasil meninggalkan semua rasa trauma yang pernah dilakukan karena pada saat ini kita menyimpan sendiri lidi tersebut.
Masalah ini disimpan terlalu lama sehingga membekas dan membuat area baru dalam pikiran ini begitulah cara trauma itu bekerja.  Sehingga tanpa disadari kita tidak memiliki keberanian kembali dalam mematahkan lidi-lidi berikutnya karena kini trauma tersebut telah menjalar dan memberikan sinyal ketakutan dan kebimbangan dalam menghadapi kehidupan selanjutnya. Untuk itu membuang lidi tersebut cara terbaik untuk mengatasi trauma masa lalu akibat kejadian-kejadian buruk yang menimpa kita. Dulu kita telah berhasil mematahkan lidi tersebut yang berarti pada saat itu kita membentuk sebuah komitmen baru.  Komitmen baru tersebut merupakan Komitmen untuk memulai di kehidupan yang baru dengan meninggalkan semua bekas luka yang pernah dialami.  
Untuk itu berikan tempat khusus dalam pikiran kita hanya untuk memikirkan lidi-lidi yang baru bukan lidi-lidi yang telah berhasil di patahkan Seperti hal sebelumnya bahwa fokuslah kepada lidi yang sekarang ini jangan biarkan kita memikirkan masalah-masalah yang pernah terjadi dan telah terselesaikan. Tentu kita tidak pernah ingin membawa segala hal masa lalu yang pernah terjadi didalam kehidupan yang sekarang ini.
Kita pernah belajar untuk menyelesaikan masalah dalam masa lalu tersebut. Tetapi permasalahan yang harus diingat saat ini adalah cara penyelesaian masalah yang pernah dilakukan, jadi dalam hal ini kita tidak perlu mengingat isi permasalahan tersebut. Cukup ingatlah strategi dan cara bagaimana kita mematahkan sebuah lidi tersebut. Strategi disaat kita mengalami sebuah kesulitan apa yang dilakukan pada saat itu? Tetapi lupakan segala hal yang pernah membuat kita menangis, terluka, terpuruk, dan mengalami segala hal-hal yang buruk sehingga menimbulkan trauma.
Lupakanlah karena mereka semua akan menjadi sampah-sampah yang nantinya membuat permasalahan yang baru. Karena sesungguhnya hari kemarin sudah berakhir semalam. Karena hari ini adalah kesempatan kita untuk berpikir lebih baik lagi. Berpikir sekarang bagaimana menjalani permasalahan yang ada didepan mata kita.
Gunakan cara bijakasana dalam menyeleksi masalah mana yang harus diselesaikan dengan strategi yang pernah kita lakukan. Cara bijaksana yang dimaksud disini adalah kita telah berhasil melupakan segala isi dan kenangan yang tidak baik terhadap masalah tersebut tetapi tidak pernak melupakan strategi apa saja yang pernah kita lakukan dalam penyelesaian persoalan ini.
Dengan kita telah melupakan dengan bijaksana maka kehidupan baru segera dimulai dengan tatanan kehidupan yang lebih baik lagi. Kini saatnya adalah detik-detik untuk memulai sebuah tatanan kehidupan baru tersebut. Kini lidi yang telah berhasil dipatahkan sudah tidak pernah lagi ditemukan dimanapun dan kapanpun lagi.  Karena kita telah berhasil memusnahkan semua lidi yang telah berhasil dipatahkan dari bank memori pikiran ini.
Sudah saatnya kita berdiri dan mengatakan bahwa sesungguhnya saat ini sudah siap dan berani untuk menghadapi tantangan berikutnya.


Mana yang menjadi Prioritas?






Suatu kenyataan menyatakan ternyata pada saat itu kita tak bisa mematahkan semua lidi secara bersamaan. Dan saat ini skala prioritas menentukan mana yang terlebih dahulu harus dipatahkan. Setiap masalah memiliki tingkat kesulitan penyelesaian masing-masing. Sehingga terkadang kita kesulitan untuk menentukan manakah yang harus diselesaikan terlebih dahulu yang mudah terlebih dahulu atau yang memiliki dampak terhadap kehidupan?
Hal tersebut merupakan pilihan terhadap segala tindakan yang ingin dilakukan. Buatlah sebuah skema skala prioritas dengan menyertakan resiko yang nanti dihadapi dan cantumkanlah waktu kapan masalah tersebut akan segera diselesaikan.
Jangan membiarkan masalah tersebut akan meluas dan mempengaruhi besarnya kesalahan yang kita lakukan. Pikirkan baik-baik apa saja yang ingin kita lakukan untuk memenuhi standart  waktu yang telah ditetapkan. 
Segala hal yang kita lakukan tentu memiliki konsekuensi dari segala hal tindakan  untuk itu perlunya untuk memikirkan hal terburuk dari konsekuensi tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan-kesalahan selanjutnya yang akan berpengaruh terhadap tindakan selanjutnya.
Ketika kita telah memilih untuk menyelesaikan yang pertama buatlah komitmen dengan memberi hukuman jika sewaktu-waktu ternyata kita tak mampu menyelesaikanya. Biarkan hukuman tersebut nantinya dapat mencambuki diri ini untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kemudian ketika sudah memikirkan hal yang pertama tentukan skala prioritas untuk menyelesaikan yang kedua. Sama dengan yang pertama kita lakukan hanya saja coba untuk mencantumkan waktu yang semakin singkat dan hukuman yang semakin berat jika tak sanggup untuk menyelesaikannya. Begitu seterusnya sehingga saat itu kita telah berhasil membuat daftar prioriotas tersebut.
Kebanyakan dari setiap orang membuat skala prioritas bukanlah pekerjaan yang mudah karena sebenarnya mereka sendiri tidak mengerti mana yang harus diprioritaskan. Mereka tidak bisa membuat pilihan untuk penyelesaian pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.
Cobalah untuk memikirkan kembali mengapa kita membuat skala prioritas adalah memudahkan kita untuk mematahkan setiap masalah yang ada. Arahkan pikiran ini kepada hal yang mudah untuk dilakukan terlebih dahulu, jika saat ini kita sanggup menyelesaikan hal itu terlebih dahulu lalu mengapa kita menundanya? Jadikan hal yang mudah diselesaikan menjadi yang pertama.
Hal ini dilakukan dengan catatan bahwa tidak akan terdapat dampak kesalahan yang terjadi jika menjadikan masalah itu yang pertama untuk diselesaikan. 
Ketika kita telah sanggup untuk menyelesaikan skala prioritas yang kita buat sendiri kemudian bentuklah sebuah komitmen terhadap langkah selanjutnya yang akan dihadapi. Proses seperti ini merupakan pelajaran yang terbaik dalam penanganan masalah secara bersamaan. Sehingga ketika kita dihadapi masalah-masalah yang datang secara bersamaan kembali, kini kita telah memiliki pengalaman dalam menentukan skala prioritas bahwa kita telah sanggup menyelesaikan komitmen terhadap prioritas masalah tersebut.
Dan satu pelajaran saat ini adalah ketika lidi-lidi itu terlanjur membentuk satu kesatuan tanpa  kita  sadari diri ini telah menjadi orang yang ahli dalam menentukan masalah yang mana harus diselesaikan terlebih dahulu.
Satu catatan dalam penentuan skala prioritas adalah pembuatan skala prioritas perlu dilakukan mana kala kita sudah tidak sanggup untuk mematahkan sekian banyak lidi tersebut. Tetapi jika kita masih sanggup untuk mematahkannya janganlah untuk berpikir skala prioritas terlebih dahulu.
Tanamkanlah semangat yang tinggi untuk mematahkan lidi-lidi tersebut.